Tampilkan postingan dengan label dentist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dentist. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2016

Pierre Fauchard: Father of Modern Dentistry


Pierre Fauchard (1678 - 22 Maret 1761) adalah seorang dokter Perancis yang dikenal sebagai "bapak kedokteran gigi modern". Masyarakat banyak mengenalnya karena bukunya, Le chirurgien Dentiste, "The Surgeon Dentist" 1728, di mana Ia menggambarkan anatomi mulut dasar dan fungsi, tanda dan gejala patologi mulut, metode operasi untuk menghilangkan kerusakan dan memulihkan gigi, penyakit periodontal (penyakit pada gusi), ortodonsi, penggantian gigi yang hilang, dan transplantasi gigi.

Bukunya dikatakan deskripsi ilmiah lengkap pertama dari kedokteran gigi. Metode Fauchard ini kemudian, terus diikuti dan dipelajari oleh orang lain yang ingin memperluas pengetahuan profesi gigi di seluruh Eropa.

Hidup dokter gigi muda
Fauchard lahir di sebuah rumah yang sangat sederhana di Saint-Denis-de-Gastines. Pada 1693 bergabung dengan French Royal Navy pada usia 15, dan berada di bawah pengaruh Alexander Poteleret, seorang ahli bedah besar, yang telah menghabiskan banyak waktu mempelajari penyakit pada gigi dan mulut. Dalam perjalanannya, Fauchard belajar bahwa pelaut yang berada di perjalanan panjang menderita parah khususnya penyakit gigi.

Setelah meninggalkan angkatan laut, Fauchard mengikuti studi di University of Angers Hospital dan menempuh studi kedokteran gigi. Lama menempuh studi, Ia menjadi pelopor bedah mulut dan maksilofasial ilmiah. Fauchard sering menggambarkan dirinya sebagai "Chirurgien Dentiste" (Bedah dokter gigi). Meskipun keterbatasan instrumen bedah primitif pada akhir abad ke-18 ke-17 dan awal, Fauchard dianggap sebagai ahli bedah yang sangat terampil oleh banyak rekan-rekannya di Angers University Hospital. Fauchard membuat improvisasi yang luar biasa dari instrumen gigi, sering mengadaptasi alat dari pembuat jam, perhiasan dan bahkan tukang cukur, yang menurutnya dapat digunakan dalam kedokteran gigi. Fauchard juga memperkenalkan tambalan gigi sebagai pengobatan untuk gigi berlubang.

Fauchard dikenal sebagai pelopor protesis gigi, karena Ia menemukan banyak metode untuk menggantikan gigi yang hilang. Dia menyarankan bahwa pengganti gigi alami dapat dibuat dari blok diukir dari gading atau tulang potongan-potongan gigi artifisial buatan.
Salah satu metode ini menyatakan bahwa gigi palsu akan ditempatkan dengan mengikat mereka ke gigi padat yang tersisa dengan pivot, menggunakan benang lilin atau kawat emas.
Ia juga memperkenalkan kawat gigi, meskipun mereka awalnya terbuat dari emas, Ia menemukan bahwa posisi gigi bisa diperbaiki sebagai gigi yang mengikuti pola kabel. Linen lilin atau sutera benang yang biasanya digunakan untuk mengikat kawat gigi.

Buku Revolusioner Fauchard
Selama berbulan-bulan Fauchard menghabiskan waktunya untuk belajar dan berbagi praktek medis dengan beberapa dokter bedah. Kini Ia  memutuskan untuk menulis risalah dokter gigi profesional berdasarkan pengalaman medisnya, dan mengumpulkan banyak buku penelitian medis, mewawancarai banyak dokter gigi yang dia temui, serta ulasan buku harian pribadi selama bertahun-tahun. Akhirnya pada tahun 1723, pada usia 45, Ia menyelesaikan naskah untuk "Le Chirurgien Dentiste" ("bedah gigi"). Naskah cermat diedit dan diterbitkan pada 1728 dalam dua volume. Buku itu diterima dengan baik di komunitas medis Eropa, dan tiap edisi diperbesar dalam bahasa Prancis diterbitkan pada 1746 dan terjemahan Jerman yang tersedia pada tahun 1773. Terdapat banyak ide yang diperkenalkan dalam buku yang benar-benar baru untuk kedokteran gigi ini.
Buku "Le Chirurgien Dentiste”
yang telah ditulis Fauchard pada usia 45 tahun



Pada 22 Maret 1761, Fauchard meninggal dunia di Paris. Saat usianya mencapai umur 83. Kini karyanya telah menjadi pembelajaran bagi semua dokter gigi yang akan datang. Karya Fauchard yang mempengaruhi banyak pikiran medis muda di usia pencerahan di Perancis. Seperti; Robert Bunon (1702-1748) dan Etienne Bourdet (1722-1789), yang dikatakan menjadi salah satu dokter gigi terbaik Prancis setelah Fauchard.

Selasa, 30 Agustus 2016

Memantau Kesehatan Gigi Menggunakan Alat Tooth Sensor


Memantau kesehatan gigi ke dokter gigi memang sangat diperlukan. Namun beberapa orang mungkin terlalu sibuk untuk menyempatkan diri pergi ke dokter gigi. Itu tidak menjadi masalah, karena kini dunia kedokteran gigi sedang mengembangkan sebuah microchip gigi yang dapat mendeteksi kesehatan gigi dan mulut Anda.

Microchip tersebut dibuat untuk memudahkan dokter atau pasien dalam memantau kesehatan gigi dan mulut. Ukurannya yang sangat kecil, yaitu tidak sampai 1 inch, dapat diletakkan di sela-sela gigi atau ditanamkan ke dalam gigi palsu. Microchip ini dapat mendeteksi bakteri apa saja yang ada di dalam mulut, dan makanan apa yang tidak baik untuk dikonsumsi oleh penggunanya.



Terdapat monitor yang dapat menerima dan menampilkan analisa data dari microchip dengan menggunakan kabel. Tentu hal tersebut akan mengganggu, namun kini peneliti sedang mengusahakan bluetooth  sebagai sarana pengantar data. Semoga alat baru ini dapat membantu mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut masyarakat.


Dampak Sakit Gigi pada Organ Badan yang Lain


Kesehatan mulut serta gigi merupakan aspek utama yang mempengaruhi munculnya sakit gigi. Memanglah saat ini sangat banyak obat sakit gigi yang di jual, namun tahukah Anda bila sakit gigi ini bisa mengakibatkan dampak maupun penyakit pada organ badan yang lain. Berikut sebagian dampak disebabkan sakit gigi pada organ badan yang lain.


1. Tidak cuma disebabkan dari tingginya kandungan gula dalam darah, nyatanya persoalan gigi serta mulut dapat juga mengakibatkan diabetes. Hal semacam ini dikarenakan oleh iritasi yang berawal pada mulut yang selanjutnya melemahkan kekuatan badan untuk mengelola gula darah.



2. Wanita dengan penyakit gusi mempunyai resiko komplikasi kehamilan dua kali semakin besar di banding wanita yg tidak mempunyai persoalan mulut. Komplikasi dapat berbentuk kelahiran prematur serta yang lain.



3. Endokarditis. Penyakit yang menyerang sisi dalam jantung. Hal semacam ini berlangsung lantaran bakteri yang nampak dalam mulut yang selanjutnya terbawa aliran darah melewati penyakit gusi kecil atau gusi yang berdarah.


4. Penyakit periodontal. Penyakit ini adalah persoalan yang menyerang kesehatan gusi. Awalannya, periodontal dikarenakan oleh gingivitis yang mengakibatkan gusi bengkak, berwarna merah pekat, juga sampai berdarah.


5. Bila bakteri yang ada pada mulut terbawa aliran darah sampai ke jantung, maka bakteri tersebut dapat mengakibatkan beragam jenis penyakit jantung seperti tersumbatnya arteri sampai stroke. Dan jika bakteri sudah kuasai otak sangat mempengaruhi kinerja otak, bila berlangsung kurun waktu  yang lama. Seperti hilangnya kemampuan daya ingat.

Sebaiknya selalu melindungi kesehatan gigi untuk menjaga supaya organ badan yang lain tidak terganggu. Melindungi kesehatan gigi sangat banyak langkahnya, dimulai dari sikat gigi, periksa ke dokter, atau hindari makanan yang manis. Meski bagaimanapun menghindari lebih baik daripada menyembuhkan, jadi sebelum terkena penyakit sakit gigi ini, sebaiknya Anda senantiasa melindungi kesehatan mulut serta gigi Anda. 

Cara Mudah Obati Gigi Ngilu


Masalah gigi ngilu seringkali menyerang ditengah-tengah kesibukan atau kegiatan sosial yang sedang Anda lakukan. Rasa ngilu dan nyeri yang mengganggu ini bisa mempengaruhi mood Anda sehingga harus segera diobati. Berikut cara mudah bagi Anda untuk mengobati gigi ngilu tanpa perlu ke dokter gigi.

1. Gunakan Minyak Cengkeh


Minyak cengkeh merupakan cara mengobati sakit gigi ngilu yang paling efektif dan cepat untuk mengatasi rasa nyeri akibat gigi berlubang. Caranya juga sangat mudah, cukup dengan mengoleskan minyak cengkeh ke bagian gigi yang sakit dengan kapas.

2. Kompres dengan Es Balok


Jika rasa ngilu membuat pipi sekitar rahang menjadi bengkak, Anda bisa meringankannya dengan menggunakan balok es. Caranya dengan sepotong kecil es batu, dibalut dengan handuk kemudian pijat secara perlahan-lahan pada bagian luar gigi yang sakit. Sehingga dapat langsung menuju ke pusat syaraf, dan rasa sakit akan segera hilang.

3. Bawang Putih dan Bawang Merah

 
Bawang putih atau bawang merah memiliki kandungan minyak yang berupa enzim pembunuh kuman penyebab nyeri. Meskipun rasa anyir dari bawang putih atau bawang merah cukup kuat, diketahui bahwa dengan mengunyah potongan bawang putih atau merah ditabur sedikit garam selama 3 menit dapat membunuh kuman dalam mulut secara alami.

4. Kumur dengan Air Garam


Air garam terbukti dapat menjadi anti-bakteri yang efektif dan murah. Caranya dengan mencampurkan satu sendok makan garam dengan segelas air hangat. Kemudian kumur-kumur selama 30 detik.

5. Menghindari Makanan Tertentu


Menghindari sejumlah makanan yang terlalu panas, dingin dan manis dapat menjadi alternatif untuk mengurangi rasa ngilu hebat dan tiba-tiba yang sering terjadi pada gigi sensitif. Cara ini perlu diperhatikan atau dipatuhi oleh si penderita agar rasa ngilu pada gigi tidak kambuh sewaktu-waktu.

Selamat mencoba dan semoga sakit gigi ngilu Anda segera sembuh dengan beberapa metode pengobatan Alternatif tersebut. Dapat dipraktekkan juga di rumah untuk orang-orang terdekat Anda yang mengalami gangguan pada Gigi Ngilu.

Mengupas Manfaat dan Risiko Behel Gigi



Di Indonesia, behel gigi menjadi trend gaya masa kini. Banyak sekali anak muda hingga orang dewasa yang memanfaatkan behel untuk memaksimalkan penampilan mereka. Yang didapatkan ialah rasa percaya diri atas penampilan yang lebih menarik. Tentu saja hal tersebut memunculkan musim trend baru yang menyebar dengan cepat di tengah pergaulan. Sehingga permintaan pemasangan behel gigi semakin meningkat. Jika kembali kepada fungsinya sendiri, penggunaan behel/kawat gigi bertujuan untuk merapikan susunan gigi.

Jadi tujuan utama behel adalah memperbaiki susunan gigi yang kurang rapi, agar menambah segi estetika pasien. Namun saat itu penggunaan kawat gigi masih menjadi hal yang tabu dan memalukan bagi banyak orang karena kawat yang dipakai tidak seperti saat ini yang memiliki hiasan dan pernak-pernik gigi. Sehingga saat muncul behel dengan hiasan, maka cara pandang orang terhadap behel mulai berubah, yang awalnya hanya untuk merapikan gigi, kini menjadi cara baru untuk eksis mengikuti trend.



Selain bermanfaat, behel gigi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan gigi dan mulut jika tidak dilandasi dengan kesadaran merawat dengan sungguh-sungguh. Berikut ini beberapa risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh behel :

1     Gigi bisa menjadi goyah, karena tulang yang memegang gigi dengan kuat akan menjadi longgar disebabkan oleh kedudukan gigi yang berubah mengikuti tekanan kawat.

2    Gigi menjadi kotor. Adanya behel pada gigi memungkinkan sisa makanan dan kotoran menempel di sela-sela behel. Efek lainnya adalah mulut akan dipenuhi kuman dan bakteri, sehingga muncul gejala bau mulut.

3     Susunan gigi akan semakin kacau jika behel tidak dipasang dengan benar. Gunakanlah jasa dokter gigi atau profesi yang memiliki kompetensi memasang behel gigi.

4     Luka dan sariawan. Kawat yang melekat di gigi membuat bibir atau pipi bagian dalam anda selalu berbenturan dengan kawat behel. Luka/sariawan tersebut dapat menjadi jalan masuknya penyakit menular jika melakukan kontak dengan orang lain.

Jika Anda ingin memakai behel karena alasan-alasan tertentu, kami berikan beberapa pertimbangan sebelum Anda menggunakannya.

1     Sesuaikan antara tujuan dengan risiko yang akan ditanggung. Jika tujuan utama Anda hanyalah untuk mengikuti trend, maka pastikan bahwa Anda telah siap dengan risiko, dan siap untuk merawat gigi anda lebih ekstra.

2    Pilihlah dokter yang berkompetensi. Jangan memilih jasa pemasangan behel yang tidak memiliki izin. Bukannya manfaat, kerugian yang akan Anda dapatkan.

3     Carilah informasi mengenai jenis behel. Pilihlah jenis behel yang tepat untuk Anda, jangan sampai bahan baku behel menimbulkan alergi pada tubuh Anda.

4     Harus sering memperhatikan kebersihan gigi. Anda harus sering menyikat gigi, agar sisa makanan dan bakteri tidak bersarang di sela-sela behel.

5     Sediakan uang lebih. Proses pemasangan, kontrol, perawatan, dan pelepasan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Berpenampilan baik dan cantik memang dambaan setiap orang, namun jangan korbankan kesehatan untuk hal yang sebenarnya sudah Anda miliki. Menggunakan behel untuk merapikan gigi memang hal yang diperlukan, namun jika untuk mengikuti trend lebih baik dihindari. Karena kecantikan alami sudah Anda miliki sebelum trend menjadi gaya hidup.

Rumah Sakit Gigi dan Mulut IIK Pelayanan Total untuk Kualitas Maksimal


Rumah Sakit Gigi dan Mulut Institut Ilmu Kesehatan (RSGM IIK) merupakan Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut. Terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim No.65 Kediri Kecamatan Mojoroto provinsi Jawa Timur. Anda bisa menghubungi RSGM IIK di nomor telepon (0354) 77 40 40. RSGM IIK berada di bawah naungan yayasan Husada Wiyata Mulia.

RSGM IIK merupakan rumah sakit khusus pertama yang didirikan di kota Kediri. Didirikan pada tanggal 1 Agustus 2006.Sesuai dengan namanya, RSGM IIK memiliki pelayanan khusus menangani kesehatan Gigi dan Mulut. Dengan motto “Pengabdian Untukmu”, RSGM IIK meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas untuk membantu memecahkan permasalahan kesehatan gigi dan mulut pasien. Yaitu dengan menggunakan SDM dokter gigi yang berkompetensi, dan memberikan pelayanan lengkap.

Visi
Menjadikan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri yang bermutu, dengan memberikan pelayanan prima serta pendidikan yang unggul demi kepuasan pelanggan

Misi
1. Memberikan pelayanan kesehatan serta pendidikan yang bermutu dan terjangkau dengan mengutamakan kepuasan pelanggan menuju terwujudnya kemandirian untuk hidup sehat

2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional

3. Menciptakan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat

Untuk memberikan pelayanan yang maksimal, RSGM IIK menyediakan :

1   Instalasi Gawat darurat,
2   Rawat Inap
3   Layanan Kamar Operasi
4   Layanan Rawat Jalan
5   Klinik Bedah Mulut
6   Klinik Konservasi Gigi (pengawet gigi)
7   Klinik Prosthodonsia (pembuatan gigi tiruan)
8   Klinik Periodonsia (penyakit gusi)
9   Klinik Pedodonsia (gigi anak)
10   Klinik ortodonsia (merapikan gigi)
11   Klinik oral medicine ( penyakit mulut)



Untuk menunjang pelayanan RSGM,  Ruang rawat inap yang disediakan memiliki fasilitas layaknya berada di hotel, dengan ruangan yang luas dan memiliki pendingin di tiap ruangannya ditambah lagi adanya ruang tunggu keluarga yang tidak terpisah dengan ruang perawatan. Menambah rasa nyaman bagi pasien dan keluarga pasien.

Demi memberikan pelayanan yang total, RSGM didukung oleh tenaga dokter, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis handal dan bermutu serta ditunjang oleh peralatan medis yang bagus, seperti alat rontgen yang dapat digunakan untuk pemeriksaan foto periapikal, foto panoramik, serta foto cepalometri. Untuk di ruang operasi kami menyediakan peralatan yang terbaik.



Dengan adanya RSGM IIK, Anda tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan layanan spesialitik di bidang kedokteran gigi. RSGM IIK telah memiliki segala kelengkapan yang dibutuhkan untuk melayani permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Dengan adanya SDM dan fasilitas yang berkualitas tersebut, Anda akan dilayani dengan kualitas yang prima guna mencapai kepuasan pelanggan.

Selain masalah gigi dan mulut, RSGM juga memiliki dokter umum yang dapat mengatasi permasalahan kesehatan lainnya. Sehingga masyarakat dapat berobat di RSGM IIK. Hal tersebut semakin memperkuat bahwa motto yang diusung memang direalisasikan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Disamping melayani berbagai permasalahan kesehatan masyarakat, RSGM IIK juga merupakan salah satu tempat yang dipakai untuk praktek bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Institut Ilmu Kesehatan dan SMK Pengatur Rawat Gigi Bhakti Wiyata Kediri. Dengan begitu, pengabdian yang diberikan RSGM IIK tidak hanya terletak di pelayanan kesehatan, namun juga pada peningkatan mutu pendidikan mahasiswa kedokteran gigi.

RSGM IIK berada di bawah pimpinan drg. Sahat Manampin Siahaan yang menjabat sebagai direktur. Beliau dibantu oleh wakil direktur pelayanan drg. Richa rochmani, wakil direktur sarana drg. Yanuar Kristanto, dan wakil direktur akademik drg. Niswatun Chasanah. Terdapat juga 2 orang tenaga dokter umum, 4 dokter gigi, 2 orang spesialis konservasi gigi, 1 orang spesialis ortodontik, 2 orang spesialis bedah mulut, serta spesialis penyakit mulut yang siap melayani Anda dengan sepenuh hati.

Registrasi Pasien

Berikut langkah- langkah bila Anda pasien baru, dan belum terdaftar 

Petunjuk Pasien Lama

Waspadai Penyakit yang Sering Menyerang pada Gigi





Gigi adalah salah satu alat pencerna tubuh, yang berfungsi untuk melembutkan makanan agar bisa dicerna oleh tubuh. Dan apabila salah satu gigi kita terserang penyakit maka kinerja gigi juga akan berkurang. Kesehatan gigi sangat penting untuk membantu kesehatan tubuh lainnya. Perlu diketahui, ada beberapa penyakit gigi yang biasa terjadi dan beresiko pada kerusakan gigi permanen.

Secara umum penyakit gigi yang dikeluhkan masyarakat adalah karies gigi dan penyakit pada gusi. Berikut ini adalah penyakit yang sering di derita pada gigi :
1. Karies gigi (lubang gigi yang terdapat pada lapisan email dan dentin)
2. Pulpitis (radang gigi pada pulpa atau syaraf gigi)

Kondisi itu menggambarkan pelayanan kesehatan gigi, baru ditangani pada kondisi penyakit yang sudah dalam keadaan parah. Untuk itu perlu kita ketahui pula apa itu penyakit karies gigi dan pulpitis serta bagaimana cara pencegahannya.

Penyakit Karies Gigi

Karies Gigi (Kavitasi) adalah daerah yang membusuk di dalam gigi, yang terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi. Jika tidak diobati oleh seorang dokter gigi, karies akan terus tumbuh dan pada akhirnya menyebabkan gigi tanggal.

Karies ditandai dengan adanya lubang pada jaringan keras gigi, dapat berwarna coklat atau hitam. Gigi berlubang biasanya tidak terasa sakit sampai lubang tersebut bertambah besar dan mengenai persyarafan dari gigi tersebut. Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang sering dirasakan pasien adalah rasa ngilu bila gigi terkena rangsang panas, dingin, atau manis.

Bila dibiarkan, karies akan bertambah besar dan dapat mencapai kamar pulpa, yaitu rongga dalam gigi yang berisi jaringan syaraf dan pembuluh darah. Bila sudah mencapai kamar pulpa, akan terjadi proses peradangan yang menyebabkan rasa sakit yang berdenyut. Lama kelamaan, infeksi bakteri dapat menyebabkan kematian jaringan dalam kamar pulpa dan infeksi dapat menjalar ke jaringan tulang penyangga gigi, sehingga dapat terjadi abses gigi.

Abses Gigi adalah suatu kondisi yang dapat ditemukan pada gigi dimana infeksi dari bakteri menyebabkan jaringan gusi menjadi rusak sehingga terbentuk pus pada gigi berlubang. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya sakit gigi yang berat, pembengkakan pada gusi atau bahkan demam.

Cara untuk mengobati karies pada gigi yaitu
dengan mengobati pembusukan pada stadium dini, hal ini bisa membantu mempertahankan kekuatan gigi dan memperkecil kemungkinan terjadinya kerusakan pulpa.
Berikut beberapa cara pencengahan karies pada gigi :
1. Penambalan gigi, adalah cara terpraktis untuk menangani karies apabila gigi masih belum sampai terasa nyeri.
2. Gigi yang sudah terasa nyeri menandakan pembusukan yang sudah menyebar hingga ke pulpa. Satu-satunya cara untuk menghilangkan rasa sakit ini adalah mengangkat pulpa melalui saluran akar (endodontik) atau mencabut gigi.

Pulpitis lebih banyak disebabkan oleh pembusukan
gigi yang pada akhirnya menyebar hingga
ke dalam pulpa gigi.
Penyakit Pulpitis pada Gigi
Pulpitis adalah peradangan yang terjadi di pulpa, yakni bagian gigi paling dalam yang terdapat saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya nyeri yang luar biasa. Pulpitis lebih banyak disebabkan oleh pembusukan gigi.

Jika pulpitis masih termasuk dalam kategori ringan, kemungkinan besar akan dapat diatasi, sehingga tidak menimbulkan kerusakan gigi yang permanen. Namun jika terjadi peradangan yang berat, pulpa dapat mengalami kerusakan parah bahkan saraf dalam pulpa akan mati. Jika pulpa terdorong hingga ke ujung akar, maka akan melukai tulang rahang dan jaringan sekitarnya.
Cara untuk mengobati pulpitis yaitu dengan menghentikan peradangan yang terjadi pada pulpa. Jika pulpitis stadium awal, maka rasa nyeri dapat diredakan dengan penambalan sementara dengan obat penenang syaraf. Dalam waktu beberapa bulan, tambalan akan diganti dengan tambalan permanen. Namun jika kerusakan pulpa sudah meluas dan tidak dapat diperbaiki lagi, maka satu-satunya cara yaitu dengan mencabut pulpa melalui pencabutan gigi atau pengobatan saluran akar.

Klarifikasi pulpitis digolongkan menjadi 3 jenis yang berbeda. Perbedaan klinis antara Pulpitis Reversibel dan Ireversibel adalah kuantitatif, yakni rasa sakit Pulpitis Ireversibel memiliki kondisi lebih parah dan berlangsung lebih lama. Pada Pulpitis Reversibel, penyebab sakit umumnya peka terhadap stimulus, seperti air dingin atau aliran udara. Sedangkan pulpitis ireversibel rasa sakit datang tanpa stimulus yang nyata. Dan Pulpitis Hiperplastik Kronis adalah suatu inflamasi pulpa produktis yang disebabkan oleh suatu pembukaan karies luas pada pulpa muda. Pulpitis ini tidak memiliki gejala yang signifikan.




Tata Cara Penegakkan Diagnosis
Untuk menghindari kesalahan penegakkan diagnosis harus dilakukan pendekatan yang sistematik secara bertahap dan membuat rencana perawatan.
1. Tentukan keluhan utama
2. Tentukan informasi penting yang berkaitan dengan riwayat medis dan riwayat kesehatan gigi pasien.
3. Lakukan pemeriksaan subjektif, objektif, dan radiografis yang diteliti.
4. Lakukan analisis data yang diperoleh
5. Formulasikan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat.

Pencegahan Penyakit Gigi
Pemeriksaan gigi sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan. Rontgen gigi bisa dilakukan setiap 12-36 bulan, tergantung kepada hasil pemeriksaan gigi oleh dokter gigi. Lima strategi umum yang merupakan kunci dalam mencegah terjadinya penyakit pada gigi :
1. Menjaga Kebersihan Mulut
Menggosok gigi yang baik setelah sarapan dan sebelum tidur malam memerlukan waktu selama 3 menit.
2. Makanan
Semua karbohidrat bisa menyebabkan pembusukan gigi, tetapi yang paling berbahaya adalah gula. Untuk menghindari terbentuknya karies, sebaiknya meminum minuman dengan pemanis buatan atau minum teh atau kopi tanpa gula.
3. Fluor
Fluor menyebabkan gigi, terutama email, tahan terhadap asam yang menyebabkan terbentuknya karies. Lebih baik jika menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor.
4. Penambalan
Jika gigi berlubang segera di tambal. Penambalan dapat digunakan untuk melindungi lekukan pada gigi belakang yang sulit dijangkau.
5. Terapi Antibakteri
Penderita karies gigi perlu diberikan terapi antibakteri. Setelah daerah yang membusuk dibuang dan semua lubang serta lekukan ditambal, maka diberikan obat kumur yang kuat (klorheksidin) selama beberapa minggu untuk membunuh bakteri di dalam plak yang tersisa. Untuk membantu mengendalikan bakteri, bisa digunakan obat kumur fluor setiap hari dan mengunyah permen karet yang mengandung xilitol.

Jangan Anggap Remeh Sariawan


Sariawan bagi orang awam mungkin hanya identik dengan luka di rongga mulut, padahal penyakit yang gejalanya sama seperti sariawan banyak sekali, contohnya infeksi herpes zooster pada rongga mulut dan kanker daerah mulut.
   
Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun bagi sebagian orang tidak tergolong berbahaya, namun sariawan sangat mengganggu.   

Jenis-jenis Sariawan dan penyebabnya
Sariawan memiliki beberapa jenis  dan penyebab  sariawan yang berbeda-beda untuk setiap jenisnya, berikut jenis sariawan dan penyebabnya :
1. Stomatitis Aphtous
Jenis sariawan yang sering terjadi, disebut juga dengan istilah Ulkus Aphthous. Ulkus (luka sariawan) yang berwarna pucat atau kuning dengan pinggir luar berwarna kemerahan baik tunggal maupun berkelompok yang terletak dalam mulut. Biasa terjadi pada pipi bagian dalam, bibir dan lidah. biasanya berlangsung sekitar  5 sampai 10 hari tidak disertai demam.
Penyebab : Belum diketahui pasti apa penyebab sariawan ini. Akan tetapi banyak faktor yang mungkin dapat menimbulkan Stomatitis Aphtous, seperti infeksi bakteri atau virus,
konsumsi obat-obatan tertentu, kekurangan gizi, stres, kurang tidur, penurunan berat badan yang mendadak.juga dapat disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menurun.
2. Sariawan Herpes Simplex atau Cold Sore
Sariawan ini disebabkan oleh infeksi virus herpes. Memiliki ciri sariawan yang berkelompok pada bibir bagian dalam, sedangkan herpes pada kulit sekitar bibir berisi cairan yang lambat laun akan berkerak. Sariawan ini jarang terjadi pada gusi atau langit-langit mulut. Berlangsung sekitar 7 sampai 10 hari. Sebelum muncul sariawan biasanya didahului dengan rasa kesemutan, nyeri atau pedih panas seperti terbakar. Kadang disertai gejala yang mirip pilek atau flu.
Penyebab : Sariawan ini dapat menular. Infeksi awal sering terjadi sebelum dewasa dan mungkin gejalanya sedikit berbeda dengan pilek atau flu. Jika virus berada di dalam tubuh dan akan menjadi aktif ketika daya tahan tubuh menurun.seperti stres, demam, perubahan hormonal, paparan sinar matahari berlebihan.
3. Sariawan Iritasi
Sariawan jenis ini sering dialami. Dimana Iritasi pada mulut dapat menyebabkan lapisan mukosa mulut menjadi rusak kemudian timbullah ulkus atau luka sariawan.
Penyebab : Iritasi pada mulut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya;
  • Tergigit pipi, lidah atau bibir
  • Pemakaian kawat gigi / peralatan gigi lain yang tajam, dan gigi yang patah
  • Penyakit gusi (gingivitis) atau infeksi mulut lainnya
  • Makanan atau minuman yang panas
  • Alergi terhadap hal-hal tertentu, seperti makanan atau obat
  • Penyakit autoimun yang mempengaruhi lapisan mukosa mulut, seperti penyakit lupus, penyakit Crohn atau penyakit Behcet
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat kemoterapi, antibiotik, obat yang digunakan rheumatoid arthritis atau obat epilepsi
  • Paparan radiasi pada pengobatan kanker   
Adapun pengobatan yang dapat dilakukan jika terserang sariawan, meliputi :
1. Konsumsi vitamin
Sariawan bisa disebabkan karena kurang vitamin D ataupun B12. Sehingga pentingnya untuk mengkonsumsinya. selain itu vitamin C juga dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh.
2. Konsumsi zat besi dan folat
konsumsi zat besi dan folat juga akan membantu untuk menyembuhkan sariawan
3. Obat antibiotik
Penggunaan antiboiotik juga dapat mengobati sariawan tetapi penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu.
4. Obat alami untuk sariawan
Ada banyak obat tradisional yang terbuat dari bahan alami untuk mengobati sariawan. seperti air rebusan kulit batang jambu air, mengoleskan bubuk kopi, mengoleskan getah pepaya
dan lain-lain.
5. Berkumur dengan air garam
Berkumur dengan air hangat yang dicampur garam dapat menyembuhkan luka sariawan dengan cepat. Selain itu bakteri dimulkut akan menjadi terhambat perkembangannya.   
Obat yang dapat digunakan  jika terserang
sariawan.

Memilih Bahan Tambal Gigi yang Cocok

Tambal gigi dengan bahan Amalgam merupakan
jenis tambal gigi yang banyak di kenal oleh masyarakat
Penambalan gigi adalah satu cara untuk memperbaiki kerusakan gigi, agar gigi bisa kembali ke bentuknya semula, dan berfungsi dengan baik. Lubang pada gigi yang dibiarkan terbuka akan jadi jalan masuk bakteri, sehingga menutupnya dengan tambalan akan menghentikan proses kerusakan gigi sampai di situ saja.

Terdapat cukup banyak jenis material yang dapat digunakan untuk menambal gigi. Masing-masing bahan memiliki indikasi, kelebihan dan kekurangan, jadi tidak semua kasus dapat ditambal dengan bahan tambal yang sama.
1. Bahan Tambal Gigi Amalgam
Tambal gigi amalgam paling banyak dipilih oleh orang. Tambal gigi amalgam sangat murah biayanya, prosesnya cepat, dengan bahan tambal berbahan dasar logam. Namun, warna tambalan tidak sewarna dengan gigi. Sehingga akan sangat mengganggu penampilan.
    Kelebihan :
    1  Kuat, tahan lama, dan tahan terhadap
        tekanan kunyah
    2  Harga murah
    3  Risiko masuknya bakteri dan makanan
        sangat kecil
    4  Cocok digunakan pada anak-anak dan pasien
        dengan kebutuhan khusus.
    Kekurangan :
    1  Menyebabkan perubahan warna pada gigi
        karena bersifat korosi
    2  Melemahkan struktur gigi yang tersisa
    3  Cenderung menimbulkan reaksi alergi pada
        beberapa pasien
    4  Adanya merkuri yang berbahaya bagi tubuh

2. Bahan Tambal Gigi Komposit
Tambal Gigi Komposit terbuat dari bubuk gelas kuarsa atau silika yang ditambahkan pada adonan resin dasarnya. Keuntungan tambal gigi komposit daripada tambal gigi amalgam adalah bahannya memiliki warna yang sama dengan gigi. Tapi warna putih tambal gigi memiliki batasan waktunya, karena warnanya akan berubah seiring waktu berjalan.
    Kelebihan :
    1  Warna sangat mirip dengan gigi
    2  Tidak korosi, cukup kuat, dan  tahan lama
    3  Bisa digunakan untuk semua gigi, depan
        maupun belakang.
    4  Perbaikan dapat dilakukan dengan lebih
        mudah.
    Kekurangan :
    1  Lebih mudah pecah dan dapat terjadi sedikit
        abrasi
    2  Paling sulit dalam pengaplikasiannya  karena
        memerlukan teknik dan keterampilan yang
        cukup
    3  Lebih mahal dibanding  amalgam



Proses tambal gigi Porselen
3. Bahan Tambal Gigi Porselen
Porselen tersusun atas kristal, alumina dan silica yang dileburkan secara bersamaan pada temperatur tinggi. Ketahanan warnanya sangat lama, bisa sampai puluhan tahun lamanya. Proses pembuatannya juga harus dilakukan di laboratorium dengan sangat hati-hati.
    Kelebihan :
    1  Mirip sekali dengan warna gigi dengan
        bentuk anatomi yang serupa sekali dengan
        gigi asli
    2  Tidak mudah abrasi
    3  Tidak menyebabkan alergi
    4  Bisa untuk gigi depan dan belakang
    Kekurangan :
    1  Rapuh dan mudah retak.
    2  Cukup mahal
    3  Terkadang membuat gigi lebih sensitif

4. Bahan Tambal Gigi Emas
Tambal gigi emas adalah tambalan gigi yang paling kuat, keras dan paling tahan lama. Sama seperti tambal gigi porselen, cetakan bahannya harus dibuat di laboratorium.
    Kelebihan :
    1  Kekuatan dan ketahanannya paling baik
        dibanding tambalan lain
    2  Bisa untuk gigi depan dan belakang
    3  Tahan korosi
    4  Risiko kebocoran minimal karena bentuk
        dapat dengan mudah dimanipulasi
    Kekurangan :
    1  Paling mahal dibanding tambalan lainnya
    2  Warna tidak mirip dengan gigi
    3  Dapat menyebabkan reaksi alergi bagi
        beberapa pasien.
Tambal gigi berlubang sendiri akan menjadi sangat berbahaya jika kita tidak mengetahui dengan jelas cara dan prosedur yang seharusnya. Maka jangan pernah mencoba-coba memasrahkan aktivitas ini kepada orang yang tidak profesional karena akan membahayakan kesehatan anda sendiri. Jadi, Sebelum menentukan mau memilih jenis tambal gigi yang mana, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi dan keuangan Anda.

Eksistensi Tukang Gigi di Indonesia


Profesi Tukang Gigi telah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan sebelum dunia Kedokteran Gigi berdiri di Indonesia. Seiring kewaspadaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan, eksistensi profesi Tukang Gigi mulai dipertanyakan. Baik itu dari segi kelayakan, pelayanan, hingga tingkat keamanan prakteknya.

Sejak awal Januari 2013, jumlah Profesi Tukang Gigi yang terdata sebanyak ± 75.000. Masih banyaknya praktek tukang gigi menandakan bahwa masyarakat kita meminati jasa Tukang Gigi. Meskipun tidak memiliki standar keamanan medis seperti Dokter Gigi, namun biaya yang dikeluarkan untuk membayar jasa tukang gigi relatif terjangkau. Maka tak jarang jika Tukang Gigi masih melekat di hati masyarakat Indonesia.

Pelayanan Tukang Gigi bermacam-macam, mulai dari menambal, mencabut, melakukan implan gigi, pasang kawat gigi, membuat dan memasang gigi tiruan. Praktek tersebut hampir menyamai kompetensi seorang dokter gigi. Dibekali dengan pendidikan secukupnya, bahkan yang sekedar autodidak, seorang sudah bisa menjadi Tukang Gigi.

Kepercayaan pemerintah terhadap profesi Tukang Gigi semakin menurun. Hal tersebut berimbas pada munculnya Peraturan Menteri No. 1871/MENKES/PER/IX/2011 tentang pencabutan Peraturan Menteri No. 339/MENKES/PER/V/1989 yang mengatur pekerjaan dan izin praktek tukang gigi. Munculnya Permenkes 1871 tersebut secara tidak langsung melarang praktek Tukang Gigi. Hal tersebut menuai protes dari seorang Tukang Gigi bernama Hamdani Prayogo yang melakukan pengajuan uji materi undang-undang tersebut kepada MK pada 16 April 2012.

Hasilnya, Ketua MK Mahfud MD, mengabulkan permohonan tersebut, dan Tukang Gigi diperbolehkan melakukan praktek kembali. MK beralasan bahwa keberadaan tukang gigi masih dibutuhkan di Indonesia. Ditambah lagi, pemerintah belum bisa menyediakan pelayanan kesehatan gigi yang terjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sehingga keberadaan tukang gigi dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi yang terjangkau.

Meskipun demikian, penyelenggaraan praktek Tukang Gigi harus sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.39 Tahun 2014. Dalam pasal 1 disebutkan bahwa Tukang Gigi adalah setiap orang yang mempunyai kemampuan membuat dan memasang gigi tiruan lepasan. Artinya tukang Gigi tidak boleh melakukan praktek menambal, mencabut, implan gigi, dan pasang kawat gigi. Namun hanya sebatas membuat dan memasang gigi tiruan saja.

Seorang Tukang Gigi harus memiliki surat izin sebelum membuka praktek mandiri. Segala syarat dan ketentuan untuk memperoleh izin tersebut dijelaskan di dalam Permenkes RI No.39 Tahun 2014. Dimunculkannya Permenkes tersebut merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan Gigi dan Mulut masyarakat Indonesia. Untuk meningkatkan kompetensi para Tukang Gigi, pemerintah juga melakukan pelatihan, pembinaan, dan pengawasan terhadap para Tukang Gigi.

Fenomena ini dapat menjadi pelajaran bagi kita dalam meningkatkan kewaspadaan dalam memilih dan memilah pelayanan kesehatan yang bermutu. Alih-alih semakin sehat, ketidakwaspadaan dapat meningkatkan risiko kesehatan. Jadi gunakanlah jasa Tukang Gigi yang telah memiliki izin resmi dari pemerintah. Agar Anda terhindar dari dampak negatif yang tidak diinginkan.

Langkah Sukses Membangun Praktek Mandiri Dokter Gigi

Membuka bisnis pelayanan kesehatan merupakan langkah konkret yang bisa ditempuh oleh seorang dokter. Bisnis pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan membuka klinik, rumah sakit, apotek, balai pengobatan, atau praktek mandiri. Orang yang bisa membuka pelayanan jasa tersebut ialah seorang dokter, dokter gigi, baik di bidang yang terspesialisasi maupun yang tidak terspesialisasi.

Membuka praktek mandiri merupakan pilihan yang paling sering ditempuh bagi seorang dokter, terutama dokter gigi. Membuka praktek mandiri menempatkan seorang dokter gigi tidak hanya sebagai tenaga profesional, namun juga sebagai seorang manajer yang harus mampu mengelola usahanya.

Agar nantinya praktek mandiri dapat berjalan lancar, seorang dokter gigi dituntut untuk memiliki perencanaan manajerial yang matang. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun praktek mandiri dokter gigi adalah sebagai berikut :

1. Memiliki Surat Izin Praktik
Bagi mahasiswa kedokteran yang baru saja lulus, memiliki Surat Izin Praktik (SIP) merupakan langkah awal untuk memulai karier sebagai seorang dokter gigi profesional. Surat Ijin Praktik adalah bukti tertulis yang diberikan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota kepada dokter dan dokter gigi yang telah memenuhi persyaratan untuk menjalankan untuk praktik kedokteran.
Adapun manfaat dari adanya SIP ini adalah :
a. Pengendalian Aktivitas Medis
Pemerintah memberlakukan perizinan tersebut ialah untuk memantau dan mengendalikan aktivitas pelayanan medis yang ada di wilayah tertentu.
b. Meningkatkan Mutu & Pelayanan Medis
Dengan adanya izin praktek, pemerintah dapat meningkatkan mutu pelayanan medis dengan mengorganisasi tenaga medis untuk ditempatkan di instansi-intansi kesehatan di wilayah tersebut.
c. Memberikan Kepastian Hukum
Profesi dokter hanya boleh dilaksanakan oleh seseorang yang memiliki standar pendidikan dan kompetensi tertentu. Seorang dokter gigi bisa dipercaya kompetensinya jika mereka memiliki Surat Izin Praktek. Karena tanggung jawab profesinya sebagai dokter gigi telah memiliki kepastian hukum, dan semua tindakannya kepada pasien dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Mengingat pentingnya SIP tersebut, maka seorang dokter yang tidak memiliki SIP  agar segera mengurus SIP tersebut. Peraturan mengenai SIP telah diatur dalam  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 512  /MENKES/PER/IV/2007 Tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran. Untuk memperoleh SIP, dokter dan dokter gigi yang bersangkutan harus mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tempat praktik kedokteran dilaksanakan dengan melampirkan :



2. Analisa Pasar
Keefektifan praktek mandiri diawali dengan pengetahuan seorang dokter gigi terhadap lingkungan sekitar. Seorang dokter gigi harus mengetahui potensi ekonomi di sekitar tempat praktek mandiri, apakah termasuk masyarakat golongan ekonomi rendah, menengah atau tinggi.
Dokter gigi harus mengetahui masyarakat yang menjadi target pasar. Jika mendirikan praktek di lingkungan yang mayoritas adalah remaja, misal sekitar kampus, maka dapat diprediksi bahwa permintaan pelayanan mayoritas akan lebih banyak pada orthodonti, bleaching, behel gigi, atau perawatan gigi untuk kecantikan.

3. Strategi Pemasaran
Agar praktek mandiri dapat dikenal luas oleh masyarakat, dibutuhkan strategi pemasaran.
Strategi yang sering kali dilakukan ialah memperkenalkan praktek mandiri secara luas. Agar pemasaran berjalan efektif, dokter gigi harus tahu apakah masyarakat sekitar membayar menggunakan asuransi atau menggunakan uang pribadi? Jika mayoritas menggunakan asuransi, maka langkah yang bisa diambil ialah bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Jika ingin menggunakan uang pribadi, anda dapat memasang iklan yang informatif dan komunikatif di media online, dapat juga dengan membuat website yang menginfokan tentang profil klinik beserta pengobatan gratis atau konsultasi gratis.

4. Manajemen Penetapan Tarif
Kemampuan manajerial yang paling dibutuhkan adalah menentukan tarif praktek. Penetapan tarif harus sesuai dengan pelayanan yang diberikan kepada pasien. Namun juga harus mempertimbangkan aspek keuntungan bagi dokter gigi. Jika keduanya berimbang, akan memunculkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan dokter, sehingga praktek mandiri dapat berjalan lancar.
Untuk menetapkan tarif yang rasional, seorang dokter harus mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suat pelayanan dengan melakukan analisis biaya dan harus bisa menetapkan tarif yang rasional berdasarkan rumus berikut :
Pendapatan = Tarif  x Jumlah Kunjungan
Penentuan pendapatan (tarif) juga harus mempertimbangkan beberapa hal berikut ini :
1. Pembelian peralatan baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi
2. Perbaikan fasilitas dan sarana pelayanan
3. Pembelian bahan habis pakai yang digunakan dalam pelayanan
4. Membayar gaji SDM pemberi pelayanan (dokter gigi, tenaga chairside, tenaga administrasi, dan lainnya)
5. Pengembangan produk pelayanan baru
6  Kemampuan masyarakat
Penetapan tarif telah disebutkan di dalam Undang-Undang Republik Indonesia tentang Praktek Kedokteran Tahun 2004. Tercantum dalam Paragraf 5 tentang Kendali Mutu dan Kendali Biaya Pasal 49 ayat (1): “Setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktek kedokteran atau kedokteran gigi wajib menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya”. Dengan adanya ketentuan ini, maka manajemen penetapan tarif harus diperhitungkan secara matang agar pelayanan kesehatan dapat berlangsung maksimal.

5. Pelayanan
Gunakanlah pelayanan yang unik dan baik. Agar praktek kedokteran mudah dikenal oleh masyarakat. Misalkan dengan menggunakan cat tembok warna tertentu di ruang tunggu, adanya fasilitas bermain untuk anak-anak, pewangi ruangan yang khas, internet hotspot,  atau salam yang khas untuk pengunjung.

6. Kemudahan Pembayaran
Sediakanlah mesin bayar (EDC) untuk kartu kredit / debet. Juga perlu dipertimbangkan mesin photocopy / scanner bagi pasien yang menggunakan jaminan asuransi. Jangan sampai kehilangan pasien hanya karena tidak membawa uang tunai ataupun pasien asuransi yang lupa memfotokopi kartu asuransi dan persyaratan lain.

Drg. Reinold Christian Lina


Bagaimana kesan Anda berkuliah di IIK?
Kuliah di FKG Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri merupakan suatu peluang awal bagi saya untuk meraih kesempatan menjadi dokter gigi. Banyak tantangan dan hambatan yang saya hadapi selama 6 tahun menempuh pendidikan dokter gigi di almamater tercinta ini.
Pengalaman manis dan berharga pun saya dapat ketika masuk dalam dunia coass, mulai dari belajar tentang kebersamaan, menahan rasa ego, empati terhadap pasien dan belajar bersabar dan terus bersyukur dalam keadaan apapun.
Pengalaman dimarahi dosen, dikritik pasien, dinasihati teman – teman membuat saya semakin paham arti dari “proses” yang sebenarnya. Banyak tawa gembira mengingat kebersamaan bersama teman – teman dan dosen, tangis bahagia ketika lulus Ujian Departemen, dan rasa haru bangga ketika melihat setapak demi setapak mimpi itu mulai dekat untuk menjadi dokter gigi. 
Apa motivasi terbesar Anda setelah lulus dari IIK?
Sebagai lulusan pertama dokter gigi dari FKG IIK tentunya saya dan kedua teman saya memiliki suatu tanggung jawab besar untuk almamater tercinta ini. Semua yang terjadi tidak terlepas dari campur tangan Tuhan yang begitu luar biasa dalam setiap derap langkah kami. Semua pelajaran berharga yang didapat dibangku kuliah baru saya rasakan manfaatnya ketika masuk ke dunia kerja.
Seperti kutipan terkenal “Good is not Good Enough”, perasaan tidak cepat puas dan ingin lebih baik lagi juga saya alami. Tentunya setiap manusia ingin selalu meningkatkan kualitas diri mengingat tantangan zaman dan kemajuan di era Globalisasi yang semakin pesat.  Berangkat dari hal tersebut saya bercita–cita dan punya mimpi untuk menjadi dokter gigi Spesialis Konservasi Gigi di daerah Indonesia Timur dan membuat senyum Indonesia Timur lebih mempesona.
Apa yang ingin Anda sampaikan kepada pengajar Anda di IIK?
Terima Kasih drg Sri Basuki Kusumaningsih, M.Kes yang selalu memberikan advice positif dan motivasi yang luar biasa bagi kami. Untuk drg Afrida Nurmalasari, M.Kes sebagai orang tua kedua kami selama masa pendidikan di Kediri. Dan semua dosen-dosen FKG IIK Bhakti Wiyata Kediri yang penuh semangat berbagi ilmu dan pengalaman luar biasa untuk kami.
Dimana Anda bekerja saat ini?
Kini saya bekerja sebagai dokter gigi, Pegawai Tidak Tetap (tenaga kontrak dokter dibawah Kementrian Kesehatan Republik Indonesia) Periode Mei 2014 di PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) Wedomu Kabupaten Belu dan menjadi dokter gigi praktek swasta di Apotik Central Farma Atambua.


 
Pengalaman apa yang berkesan dalam pekerjaan Anda?
Dalam menjalankan pekerjaan sebagai dokter gigi Pegawai Tidak Tetap di daerah perbatasan Indonesia – Timor Leste tentu memiliki tantangan tersendiri bagi saya. Selain jarak tempuh PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) yang jauh dari kota Atambua, kebiasaan masyarakat yang sering menganggap sepeleh masalah kesehatan gigi dan dan mulut membuat saya dan teman – teman sejawat lain berusaha ekstra dalam upaya promotif mengenai kesehatan gigi dan mulut. Namun senyum bahagia selalu terpancar ketika melihat anak – anak SD di pedalaman yang selalu bersemangat dalam menyimak penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dalam kegiatan UKS dan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) yang diadakan setiap tiga bulan di 14 SD yang berbeda. 
Drg. Reinold sedang memeriksa kesehatan gigi
pada anak SD di pedalaman

Apa mata kuliah yang paling Anda sukai? Mengapa?
Iilmu Konservasi Gigi. Sebenarnya juga banyak program inovatif yang saya pelajari selama di bangku kuliah dicetuskan dalam upaya promotif. Dalam Pengaplikasiannya disiplin ilmu ini biasa dibilang makanan sehari-harinya para dokter gigi, karena sebagian besar masyarakat bermasalah dengan gigi berlubang hingga sakit.
Disiplin ilmu ini mempelajari lebih khusus dan detail tentang prinsip mempertahankan gigi selama mungkin dalam mulut dengan berbagai perawatan seperti tambalan atau restorasi, perawatan saluran akar gigi, bleaching, veneer dan pengembalian fungsi serta estetik gigi yg rusak atau nekrosis. Dan sangat dibutuhkan pula dalam dunia kerja saat ini.
Pesan yang ingin disampaikan kepada adik angkatan Anda di IIK?
Tetap semangat dalam meraih setiap mimpimu, jangan pernah menyalahkgunakan waktu belajar di tempat kita belajar, karena setiap proses memiliki peranan penting dalam penentuan langkah kita selanjutnya.
Kampus, kuliah, coass dan segala aktifitasnya adalah gambaran miniatur mini dari dunia kerja sesungguhnya, oleh karena itu manfaatkanlah waktu sebaik mungkin dan semaksimal mungkin untuk menyerap segala yang positif, baik itu ilmu,pelajaran hidup, pola pikir ataupun pengalaman klinik. Karena kunci sukses dan bertahan ada di tangan kita sendiri. “Keep Your Dream, Believe and make it Happen”. God bless You. 
Drg. Reinold dan teman-teman saat mengikuti seminar
di Asia Pasific Dental Student Association Congress ke 40,
di Bali, Indonesia

Menggali Potensi Kedokteran Gigi

Penyakit gigi dan mulut menduduki urutan pertama dari daftar 10 besar pit yang paling sering dikeluhkan masyarakat Indonesia. Karena di Indonesia, merawat kesehatan gigi merupakan hal yang dianggap remeh dan biasanya orang-orang akan pergi ke dokter gigi setelah mereka mengalami sakit atau terjadi masalah pada giginya, jika belum mengalami gangguan maka tidak pernah sedikitpun memikirkan untuk memeriksakan giginya pada dokter gigi.

Berbeda dengan di negara-negara maju, kesehatan gigi adalah salah satu faktor penting bagi mereka. Sehingga mereka bebas dari masalah sakit gigi selain itu penampilan gigi mereka terlihat rapi, bersih dan sehat sehingga Anda bahkan orang yang melihat kagum akan penampilan mereka saat mereka tersenyum.

Potensi Seorang Dokter Gigi
Seorang dokter gigi dapat memiliki kompetensi akademik-profesional melalui proses pendidikan profesi yang didasari oleh pendidikan akademik. Sehingga setelah selesai pendidikannya akan memiliki kemampuan melaksanakan praktik sesuai dengan keahliannya, bersikap profesional, dan selalu membekali dirinya dengan pengetahuan serta keterampilan yang sesuai dengan perkembangan IPTEK.

Mahasiswa Kedokteran gigi dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki dengan niat, motivasi, dan usaha keras sehingga potensi yang dimiliki bisa menghasilkan prestasi yang gemilang. Sehingga pada akhirnya dapat mencetak mahasiswa kedokteran gigi yang tidak hanya ahli di bidangnya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga bisa menjadi sosok teladan dari segi kepemimpinan, manajemen, kepribadian, dan sosial untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Sifat Dasar Dokter Gigi Profesional
Seorang dokter profesional, terutama dokter gigi, selain harus memiliki pengetahuan yang luas tentang kedokteran sesuai bidangnya dan juga kemampuan bekerja, menganalisa, dan menggunakan keterampilan tangannya dengan baik, seorang dokter juga harus memiliki kepribadian yang baik.
Kriteria kepribadian dan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang dokter professional antara lain:



1. Memiliki sifat Star Doctor, yaitu:
a. Care Provider (Peduli)
Seorang dokter harus memiliki kepedulian terhadap pasien dan lingkungan tempatnya bekerja
b  Decision Maker (Membuat Keputusan)
Seorang dokter harus dapat mengarahkan pasiennya dan dapat membuat keputusan yang terbaik bagi pasien sesuai dengan keadaan pasien tersebut.
c  Communicator (Komunikasi)
Serang dokter harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan pasiennya agar tidak terjadi kesalapahaman dan dapat mengetahui dengan jelas keadaan pasiennya.
d  Community Leader (Memimpin)
Seorang dokter harus mampu menjadi pemimpin bagi para pasiennya dan lingkungan di sekitarnya. Menjadi pemimpin bukan berarti hanya memiliki tugas memimpin namun juga melayani.
e. Manager (Manajemen)
Mampu mengatur pasien dan dirinya sendiri dengan baik. Contoh: mengatur waktu agar tidak terlambat menemui pasien.

2. Empati
Seorang dokter haruslah memiliki rasa empati. Dengan memposisikan diri sebagai pasien yang dirawat, seorang dokter dapat mengetahui tentang sakit yang diderita sang pasien dan mampu memberikan penanganan yang tepat bagi pasien tersebut.
3. Tanggung Jawab
Rasa bertanggung jawab yang berlandaskan moral. Seorang dokter yang profeisonal dapat bertanggung jawab dalam merawat pasien hingga pasien tersebut dapat sembuh dari penyakitnya. 
4. Disiplin
Artinya memiliki kedisplinan yang tinggi sehingga dapat menjalankan tugasnya sesuai kaedah-kaedah yang ada dan kesalahan dapat diminimalkan bahkan dihilangkan.
5. Berkompetensi
Seorang dokter harus kompeten dan konsisten dalam melaksanakan tugasnya. Dokter haruslah bekerja sesuai bidang yang ia tekuni.
6. Belajar Sampai Akhir Hayat
Dalam hal ini, tidak hanya dibidang kedokteran, kemajuan teknologi dan pengetahuan semakin bertambah. Sehingga sangat penting untuk seorang dokter belajar terus menerus dalam mengembangkan kemampuannya agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pasiennya.
Belajar sampai akhir hayat bisa dilakukan dalam berbagai cara, seperti :
- Dengan belajar dari pengalaman.
- Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan kedokteran. Pelatihan-pelatihan tersebut diadakan oleh organisasi profesi kedokteran atau kedokteran gigi.
7. Etika
Etika sangat dibutuhkan oleh seorang dokter. Dokter memiliki etika-etika tertentu dalam menjalankan tugasnya yang diatur dalam kode etik kedokteran dan kode etik kedokteran gigi.

Kurangnya Pemerataan Dokter Gigi di Indonesia
Tenaga kesehatan gigi merupakan ujung tombak dalam memberikan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat Indonesia. saat ini  66% dokter gigi berada di pulau Jawa, sisanya menyebar di luar Jawa. Ini mengakibatkan jumlah dokter gigi di beberapa provinsi masih belum cukup. Terdapat sekitar 23 Provinsi di Indonesia yang masih kekurangan dokter gigi. Mengacu data Kemenkes, baru 60% total puskesmas atau 7.158 puskesmas di Indonesia yang memiliki  dokter gigi. Menurut data KKI per 22 Januari 2015 telah teregistrasi 25.978 dokter gigi dan dokter gigi spesialis 27.077, yang terdapat di seluruh Indonesia.

Di bidang kedokteran gigi, terdapat 8 spesialisasi dokter gigi yang teregistrasi dan yang terbanyak adalah spesialis ortodonsia, sedang yang paling sedikit adalah spesialis radiologi kedokteran gigi. Jumlah dari masing-masing spesialisasi di bidang kedokteran gigi yang teregistrasi meliputi: