Selasa, 30 Agustus 2016

Waspadai Penyakit yang Sering Menyerang pada Gigi
Kampus Berkualitas19.14 0 komentar





Gigi adalah salah satu alat pencerna tubuh, yang berfungsi untuk melembutkan makanan agar bisa dicerna oleh tubuh. Dan apabila salah satu gigi kita terserang penyakit maka kinerja gigi juga akan berkurang. Kesehatan gigi sangat penting untuk membantu kesehatan tubuh lainnya. Perlu diketahui, ada beberapa penyakit gigi yang biasa terjadi dan beresiko pada kerusakan gigi permanen.

Secara umum penyakit gigi yang dikeluhkan masyarakat adalah karies gigi dan penyakit pada gusi. Berikut ini adalah penyakit yang sering di derita pada gigi :
1. Karies gigi (lubang gigi yang terdapat pada lapisan email dan dentin)
2. Pulpitis (radang gigi pada pulpa atau syaraf gigi)

Kondisi itu menggambarkan pelayanan kesehatan gigi, baru ditangani pada kondisi penyakit yang sudah dalam keadaan parah. Untuk itu perlu kita ketahui pula apa itu penyakit karies gigi dan pulpitis serta bagaimana cara pencegahannya.

Penyakit Karies Gigi

Karies Gigi (Kavitasi) adalah daerah yang membusuk di dalam gigi, yang terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi. Jika tidak diobati oleh seorang dokter gigi, karies akan terus tumbuh dan pada akhirnya menyebabkan gigi tanggal.

Karies ditandai dengan adanya lubang pada jaringan keras gigi, dapat berwarna coklat atau hitam. Gigi berlubang biasanya tidak terasa sakit sampai lubang tersebut bertambah besar dan mengenai persyarafan dari gigi tersebut. Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang sering dirasakan pasien adalah rasa ngilu bila gigi terkena rangsang panas, dingin, atau manis.

Bila dibiarkan, karies akan bertambah besar dan dapat mencapai kamar pulpa, yaitu rongga dalam gigi yang berisi jaringan syaraf dan pembuluh darah. Bila sudah mencapai kamar pulpa, akan terjadi proses peradangan yang menyebabkan rasa sakit yang berdenyut. Lama kelamaan, infeksi bakteri dapat menyebabkan kematian jaringan dalam kamar pulpa dan infeksi dapat menjalar ke jaringan tulang penyangga gigi, sehingga dapat terjadi abses gigi.

Abses Gigi adalah suatu kondisi yang dapat ditemukan pada gigi dimana infeksi dari bakteri menyebabkan jaringan gusi menjadi rusak sehingga terbentuk pus pada gigi berlubang. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya sakit gigi yang berat, pembengkakan pada gusi atau bahkan demam.

Cara untuk mengobati karies pada gigi yaitu
dengan mengobati pembusukan pada stadium dini, hal ini bisa membantu mempertahankan kekuatan gigi dan memperkecil kemungkinan terjadinya kerusakan pulpa.
Berikut beberapa cara pencengahan karies pada gigi :
1. Penambalan gigi, adalah cara terpraktis untuk menangani karies apabila gigi masih belum sampai terasa nyeri.
2. Gigi yang sudah terasa nyeri menandakan pembusukan yang sudah menyebar hingga ke pulpa. Satu-satunya cara untuk menghilangkan rasa sakit ini adalah mengangkat pulpa melalui saluran akar (endodontik) atau mencabut gigi.

Pulpitis lebih banyak disebabkan oleh pembusukan
gigi yang pada akhirnya menyebar hingga
ke dalam pulpa gigi.
Penyakit Pulpitis pada Gigi
Pulpitis adalah peradangan yang terjadi di pulpa, yakni bagian gigi paling dalam yang terdapat saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya nyeri yang luar biasa. Pulpitis lebih banyak disebabkan oleh pembusukan gigi.

Jika pulpitis masih termasuk dalam kategori ringan, kemungkinan besar akan dapat diatasi, sehingga tidak menimbulkan kerusakan gigi yang permanen. Namun jika terjadi peradangan yang berat, pulpa dapat mengalami kerusakan parah bahkan saraf dalam pulpa akan mati. Jika pulpa terdorong hingga ke ujung akar, maka akan melukai tulang rahang dan jaringan sekitarnya.
Cara untuk mengobati pulpitis yaitu dengan menghentikan peradangan yang terjadi pada pulpa. Jika pulpitis stadium awal, maka rasa nyeri dapat diredakan dengan penambalan sementara dengan obat penenang syaraf. Dalam waktu beberapa bulan, tambalan akan diganti dengan tambalan permanen. Namun jika kerusakan pulpa sudah meluas dan tidak dapat diperbaiki lagi, maka satu-satunya cara yaitu dengan mencabut pulpa melalui pencabutan gigi atau pengobatan saluran akar.

Klarifikasi pulpitis digolongkan menjadi 3 jenis yang berbeda. Perbedaan klinis antara Pulpitis Reversibel dan Ireversibel adalah kuantitatif, yakni rasa sakit Pulpitis Ireversibel memiliki kondisi lebih parah dan berlangsung lebih lama. Pada Pulpitis Reversibel, penyebab sakit umumnya peka terhadap stimulus, seperti air dingin atau aliran udara. Sedangkan pulpitis ireversibel rasa sakit datang tanpa stimulus yang nyata. Dan Pulpitis Hiperplastik Kronis adalah suatu inflamasi pulpa produktis yang disebabkan oleh suatu pembukaan karies luas pada pulpa muda. Pulpitis ini tidak memiliki gejala yang signifikan.




Tata Cara Penegakkan Diagnosis
Untuk menghindari kesalahan penegakkan diagnosis harus dilakukan pendekatan yang sistematik secara bertahap dan membuat rencana perawatan.
1. Tentukan keluhan utama
2. Tentukan informasi penting yang berkaitan dengan riwayat medis dan riwayat kesehatan gigi pasien.
3. Lakukan pemeriksaan subjektif, objektif, dan radiografis yang diteliti.
4. Lakukan analisis data yang diperoleh
5. Formulasikan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat.

Pencegahan Penyakit Gigi
Pemeriksaan gigi sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan. Rontgen gigi bisa dilakukan setiap 12-36 bulan, tergantung kepada hasil pemeriksaan gigi oleh dokter gigi. Lima strategi umum yang merupakan kunci dalam mencegah terjadinya penyakit pada gigi :
1. Menjaga Kebersihan Mulut
Menggosok gigi yang baik setelah sarapan dan sebelum tidur malam memerlukan waktu selama 3 menit.
2. Makanan
Semua karbohidrat bisa menyebabkan pembusukan gigi, tetapi yang paling berbahaya adalah gula. Untuk menghindari terbentuknya karies, sebaiknya meminum minuman dengan pemanis buatan atau minum teh atau kopi tanpa gula.
3. Fluor
Fluor menyebabkan gigi, terutama email, tahan terhadap asam yang menyebabkan terbentuknya karies. Lebih baik jika menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor.
4. Penambalan
Jika gigi berlubang segera di tambal. Penambalan dapat digunakan untuk melindungi lekukan pada gigi belakang yang sulit dijangkau.
5. Terapi Antibakteri
Penderita karies gigi perlu diberikan terapi antibakteri. Setelah daerah yang membusuk dibuang dan semua lubang serta lekukan ditambal, maka diberikan obat kumur yang kuat (klorheksidin) selama beberapa minggu untuk membunuh bakteri di dalam plak yang tersisa. Untuk membantu mengendalikan bakteri, bisa digunakan obat kumur fluor setiap hari dan mengunyah permen karet yang mengandung xilitol.
Tentang IIK Institut Ilmu Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan adalah institut kesehatan satu-satunya di Indonesia yang berfokus kepada ilmu kesehatan. Telah terdaftar dalam BAN-PT dan berada di bawah naungan Dinas Kesehatan. Telah meluluskan lebih dari 13.000 mahasiswa profesional dan berkompetensi. Kunjungi website kami IIK and Facebook

0 komentar

Posting Komentar