Senin, 26 September 2016

Zacharias Janssen Penemu & Pionir
Kampus Berkualitas00.47 0 komentar


Mikroskop memiliki peranan yang sangat penting terutama dalam lingkup biologis yang berhubungan dengan mikroorganisme. Dengan adanya mikroskop, seorang peneliti bisa melihat dan mengamati sesuatu dari tingkat terkecil yaitu sel dengan seksama   

Zacharias Janssen tercatat sebagai orang pertama yang menemukan mikroskop.  Ia lahir di Belanda sekitar tahun 1580 dan meninggal di usia 58 tahun. Sejak dahulu, Zacharias Janssen selalu percaya bahwa di sekitar kita hidup makhluk lain dengan ukuran yang sangat kecil. Berbekal keyakinan tersebut, pada tahun 1590 bersama sang ayah, ia sukses membuat mikroskop sederhana. Mikroskop tersebut memakai lensa cembung juga cekung yang berfungsi sebagai alat yang memperbesar tampilan sebuah objek yang hendak diamati.





Selain dikenal sebagai penemu mikroskop, Zacharias Janssen juga dikenal luas di Belanda sebagai penemu optik dan juga teleskop pada tahun 1608. Sayangnya,
di luar wilayah Belanda, tak ada yang mengakui bahwa Zacharias Janssen lah yang pertama kali menemukan teleskop.   

Zacharias Janssen hanya meletakkan nilai-nilai dasar atau prinsip dasar mikroskop sebab saat itu alat yang ia ciptakan lebih condong dikenal dengan kaca pembesar daripada mikroskop. Meski begitu, mikroskop sederhana Zacharias Janssen memang merupakan pionir yang memicu ilmuwan lain untuk terus menyempurnakan mikroskop sederhana yang ia ciptakan bersama ayahnya.
Campini adalah ilmuwan asal Italia yang menyempurnakan sistem penyetelan fokus pada mikroskop. Selanjutnya, ada ilmuwan lain bernama Galileo. Ia berhasil menyelesaikan sebuah mikroskop yang bernama Mikroskop Galileo. Alat yang ia ciptakan ini menggunakan lensa optik sehingga dikenal juga dengan nama mikroskop optik. Setelah kedua ilmuwan ini, bermuncullah ilmuwan lain yang juga meneliti dan mengembangkan mikroskop sehingga menjadi alat yang sempurna seperti yang kita jumpai saat ini.
In Category : ,

Kisah Elang dan Lebah Sikapi Perbedaan dengan Bijaksana
Kampus Berkualitas00.45 0 komentar


Di sebuah hutan, tinggallah sekelompok lebah pada sebuah pohon tua. Mereka selalu giat bekerja mengumpulkan serbuk bunga lalu menjadikannya jelly dan madu untuk menghidupi sang ratu dan cadangan makanan bagi bayi-bayi lebah.

Mereka mencari bunga-bunga di berbagai pelosok hutan. Hingga pada suatu waktu, seekor lebah pekerja bertemu dengan seekor burung elang yang sedang mencari makan untuk anak-anaknya yang baru menetas.   
“Hai lebah kecil, sedang apa kau di pinggir hutan?” tanya sang elang.
“Aku sedang mencari serbuk bunga dan menghisap madu, persediaan madu kami hampir habis,” ujar sang lebah pekerja.

Sang elang terbahak-bahak dengan suara sombong, “Sudahlah, kenapa harus capek-capek bekerja dengan tubuhmu yang kecil itu. Apa kau tidak sayang dengan tubuhmu? Kalian para lebah tidak seperti kami. Elang adalah makhluk yang kuat dan tangguh walaupun hidup seorang diri.”   

Mendengar hal itu, sang lebah pekerja tersenyum, “Justru karena tubuh kami kecil, kami harus hidup bersama lebah yang lain untuk saling bekerja sama.

Sang elang tidak mau kalah, “Lalu kenapa kamu mau menjadi lebah pekerja? Kenapa kamu tidak hidup sendiri saja. Ratumu pasti malas dan hanya diam di sarang, disuapi setiap saat oleh lebah pekerja, bukankah itu tidak adil? Kami para elang selalu mandiri dan mencari makan untuk diri kami sendiri, tidak pernah menyusahkan elang lain.”
Sang lebah kembali tersenyum, “Kami para lebah pekerja tidak pernah merasa kesusahan atau dimanfaatkan. Kami ikhlas bekerja untuk ratu kami dan para pejantan. Mungkin mereka terlihat malas, tetapi tanggung jawab untuk meneruskan keturunan para lebah ada di tangan mereka, itu adalah tanggung jawab yang berat,” ujar sang lebah bijaksana. “Kami percaya bahwa Tuhan itu adil, dia menciptakan kami dengan sistem seperti ini pasti ada manfaatnya. Dan Tuhan menciptakan elang yang mandiri juga pasti ada manfaatnya. Benar kan?” Sang elang hanya mengangguk dan menyadari betapa bijak sang lebah.

Tuhan menciptakan makhluknya berbeda-beda. Semua makhluknya memiliki tugas, kelebihan dan kekurangan yang juga berbeda. Oleh sebab itu, jangan membuat sebuah perbedaan sebagai faktor untuk menyombongkan diri dan tidak mau menerima makhluk yang lain. Jadilah makhluk yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.    
In Category : ,

Raja Ampat Menikmati Surganya Biota Laut Dunia
Kampus Berkualitas00.42 0 komentar


Surga dunia bisa jadi dapat Anda rasakan bila mengunjungi Raja Ampat (Papua Barat) dan melihat keindahan di dalam laut yang dipenuhi dengan 75% koral yang dikenal dunia yakni sekitar 549 jenis karang, 1.511 spesies ikan dan 700 jenis moluska. Kekayaan biota laut ini membuat Raja Ampat dinobatkan menjadi peringkat pertama dari 11 tempat snorkeling terbaik di dunia. Penobatan tersebut ditetapkan oleh CNN pada akhir tahun 2015 dengan melibatkan ahli maritim dunia.

Raja Ampat mendapat julukan sebagai Amazon Lautan Dunia. Julukan tersebut diberikan karena Raja Ampat berada di pusat segitiga karang dunia. Selain itu Raja Ampat yang artinya “Empat Raja” merupakan julukan untuk pulau- pulau utama  yang berada dalam satu kawasan yakni Misool, Batanta, Salawati, dan Waigeo. Luas wilayah pulau-pulau di Raja Ampat mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut. Hampir seluruh wilayah pulau tersebut terdiri dari hamparan pasir putih dan lautan jernih sebening kristal dengan pepohonan hijau yang siap membuat Anda terkesima dan takjub atas keindahan alam ciptaan Tuhan.

Transportasi Menuju Raja Ampat

Raja Ampat yang terletak di ujung timur Indonesia, dapat dicapai dengan melakukan perjalanan ke Sorong, bisa menggunakan kapal atau pesawat. Jika menggunakan kapal, maka akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk tiba di Pelabuhan Sorong tetapi biaya yang Anda keluarkan relatif murah daripada membeli tiket pesawat. Sebaliknya, jika Anda ingin tiba lebih cepat maka Anda bisa menuju Sorong dengan pesawat tujuan Bandara Domine Eduard Osok. Penerbangan langsung ke Sorong biasanya dari kota Manado dan Makassar, jika Anda tidak berasal dari kedua kota tersebut, maka pilihannya adalah melakukan perjalanan pesawat dengan opsi transit.

Sesampainya di Bandara Domine Eduard Osok, Anda melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan feri Sorong. Setibanya di pelabuhan, Anda tinggal menunggu jadwal penyeberangan menuju Waisai (ibu kota Kabupaten Raja Ampat). Biasanya jadwal keberangkatan kapal dibagi menjadi 2 yakni pada pukul 9 pagi dan 2 siang waktu setempat.

Pesona keindahan laut di Raja Ampat yang mendapat julukan Amazon Lautan Dunia
Untuk jam 9 pagi biasanya berlaku pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Lalu jadwal pukul 2 siang berlaku untuk setiap hari. Biaya kapal feri bermacam-macam, mulai dari harga Rp 130.000 – Rp 220.000. Perjalanan dari Sorong ke Waisai memakan waktu 4 jam untuk kapal feri lambat dan 2 jam untuk kapal feri cepat.  Jika ingin lebih cepat, maka Anda bisa menyewa speed boat, tentu harganya berlipat-lipat dari harga naik kapal feri.
Cara ke pelabuhan :

Penginapan  di Raja Ampat



Di Waisai, Anda dapat mencari penginapan mulai dari harga murah hingga mahal sekalipun. Untuk menghemat budget, alangkah baiknya homestay menjadi pilihan Anda untuk bermalam. Agar tidak kehilangan moment menikmati laut di Raja Ampat meski di homestay sekalipun, maka coba pilih homestay yang berada di pinggiran pantai dan tentu saja bonus spesialnya adalah Anda dapat menikmati keindahan pantai dan hamparan pasir putih meski dari kamar Anda. Homestay yang hemat di ongkos tersebut dapat Anda dapatkan mulai dari kisaran Rp 150.000 – Rp 350.000. Perlu Anda ketahui, jangan bayangkan homestay yang memberikan fasilitas lengkap dengan pelayanan kebersihan yang setiap saat dapat melayani Anda, karena sebagian besar homestay di Raja Ampat adalah homestay sederhana dengan tempat tidur berselambu, tanpa AC, dan toilet tanpa bathub. Selain itu, pasokan listrik di beberapa tempat tidak tersedia sepanjang waktu. Jadi ada jam-jam tertentu terkait ketersediaan listrik. Kesederhanaan ini tentu tidak akan menjadi penghambat Anda dalam menikmati pesona keindahan Raja Ampat, melainkan justru akan membuat Anda semakin menyatu dengan alam dan merasa seperti penduduk Raja Ampat.

Island Hopping

Tak lengkap rasanya jika ke Raja Ampat tidak melakukan keliling pulau atau lebih dikenal dengan istilah Island Hopping. Island Hopping ialah kegiatan berkeliling ke pulau-pulau kecil di Raja Ampat dengan menggunakan perahu kecil atau speedboat. Di sini, budget Anda akan terkuras banyak, karena rata-rata harga penyewaan perahu kecil bisa mencapai jutaan rupiah dengan daya angkut mulai dari 4 – 10 orang. Jauh lebih murah, jika Anda melakukan perjalanan beramai-ramai dengan keluarga atau sahabat Anda.

Anda bisa gunakan fasilitas perahu dari homestay, biasanya biayanya jauh lebih murah. Lalu jika Anda beruntung, Anda dapat menumpang perjalanan dengan orang lain, bisa saja Anda hanya tinggal membayar sebagian kecil biaya perahu bahkan gratis. Semua tergantung dari kelihaian Anda dalam bernegosiasi dan seberapa besar faktor keberuntungan Anda. Beberapa pulau seperti Pulau Mansuar, Mios Kon, Friwen Bonda, Teluk Kabui, Pasir Timbul, Wayag, Kampung Arborek, Mutus dan Mangale bisa Anda jadikan sebagai tujuan destinasi untuk melakukan Hopping Island. Berikut adalah gambaran sekilas tentang gambaran destinasi Island Hopping:

a. Pulau Mansuar

Pulau kecil dengan pantai yang dikelilingi hamparan pasir putih dan air biru kehijauan sebening kristal ditambah dengan nuansa kicauan burung menjadi musik alam yang akan menemani Anda di sana. Di sekitar pulau ini, ada beberapa titik penyelaman untuk melihat Manta Ray, yakni spesies ikan laut seperti ikan pari yang jumlahnya kini langka di dunia. Tak heran jika Raja Ampat terpilih sebagai salah satu destinasi penyelaman terbaik di dunia.

b. Pulau Mios Kon

Julukan lain pulau ini adalah Pulau Kelelawar karena banyaknya kelelawar di pulau ini. Pulau Mios Kon ini jika dilihat dari atas akan terlihat seperti bentuk hati sehingga juga mendapat julukan Pulau Cinta.
Pulau ini juga menawarkan keindahan gugusan terumbu karang dan ikan berwarna-warni yang dapat memanjakan mata bagi pencinta keindahan alam bawah laut.

c. Pulau Wayag

Pulau ini merupakan ikon yang paling terkenal di Raja Ampat, karena sebagian besar foto yang tersebar tentang Raja Ampat diambil di Pulau Wayag yang menampilkan gugusan bukit-bukit hijau di tengah laut dengan nuansa air laut berwarna biru muda dan biru tua. Tentu saja hal tersebut dikarenakan Pulau Wayag menjadi tempat terbaik untuk snorkeling dan diving.

Anda akan disuguhkan dengan kawanan ikan yang menari di laut seperti menyambut kehadiran Anda, serta warna-warni gugusan terumbu karang yang masih hidup. Tentu saja hal tersebut menjadi surganya bagi para penyelam. Sayangnya, untuk menuju ke Pulau ini biasanya tarif perahunya lebih mahal daripada ke pulau lainnya. Selain karena merupakan ikon yang terkenal, alasan yang lebih utama karena jarak Pulau Wayag yang berada di paling ujung Papua, sehingga paling jauh daripada pulau lainnya.

d. Teluk Kabui

Banyak yang mengatakan Teluk Kabui merupakan miniatur dari Pulau Wayag, jadi jika Anda tidak ingin merogoh kocek lebih dalam, maka Anda dapat memilih Teluk Kabui sebagai destinasi pilihan. Di Teluk Kabui, Anda juga akan disuguhkan pemandangan gugusan bukit- bukit kecil seperti di Pulau Wayag. Di sekitar Teluk, Anda dapat mengunjungi gua-gua yang dipenuhi stalagmit dan stalaktit di sekitar tebing. Di salah satu sisi bukit, terdapat perkampungan nelayan orang Buton yang memiliki kemiringan rumah sekitar 60 derajat. Tentu hal ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Anda untuk diabadikan dengan kamera.

Kuliner dan Oleh-oleh Khas Raja Ampat

Tak lengkap rasanya ketika mengunjungi suatu daerah Anda tidak mencicipi kuliner dan oleh-oleh khas dari daerah tersebut, tak terkecuali jika Anda menginjakkan kaki di Raja Ampat. Makanan di Raja Ampat umumnya sajian makanan laut, salah satunya yang terkenal adalah Sup Ikan Kuning. 
Menikmati sup ikan kuning akan lebih lengkap jika dimakan dengan Papeda. Papeda merupakan makanan pokok khas Papua sebagai pengganti beras yang terbuat dari tepung sagu. Tentunya citarasa gabungan dari sup ikan kuning dan papeda akan memanjakan lidah Anda.

Papeda dan sup ikan kuning menjadi kuliner andalan di Papua
Sup ikan bumbu kuning menjadi kuliner khas Raja Ampat
Tak berhenti untuk mencicipi kuliner, Anda juga bisa membelikan oleh-oleh khas Raja Ampat kepada sahabat dan kerabat. Oleh-oleh  yang dapat Anda beli bisa berupa kerajinan etnik buatan masyarakat Raja Ampat.
Adapun kerajinan tersebut mulai dari topeng, ukiran kayu, hingga patung. Harganya pun beragam, mulai dari 300ribu- 1juta rupiah. Selain itu, Anda juga bisa membeli kerajinan anyaman seperti topi dan tas yang dibuat oleh masyarakat Raja Ampat khususnya di Desa Wisata Arborek.


Biaya Izin masuk Wisata Raja Ampat/ Tarif Layanan Pemeliharaan Jasa Lingkungan
WNI : Rp 500.000 / orang
WNA: Rp 1.000.000/ orang
Biaya izin masuk dialokasikan untuk pelestarian konservasi kawasan Raja Ampat
*Update Harga per Februari 2015

Dimana tempat penjualannya?
a. Kios Tiket Kantor Pelabuhan Waisai
b. Kantor UPTD KKLD di Waisai
c. Pusat Konservasi dan Informasi Pariwisata Raja Ampat di Sorong

Sebelum Anda Pergi
  • Siapkan Kamera (jika perlu underwater) dan baterai cadangan
  • Siapkan uang tunai, karena minim lokasi ATM
  • Sesuaikan waktu dengan lokasi Raja Ampat (area Waktu Indonesia Timur) agar tidak tertinggal jadwal kapal atau pesawat
  • Siapkan obat-obatan dan losion anti nyamuk
  • Siap kantong plastik karena tidak semua tempat menyediakan tempat sampah
  • Terakhir, siapkan sunblock agar Anda siap untuk menikmati indahnya pantai sepanjang hari
In Category : , ,

Manfaatkan Lahan Sempit untuk Berkebun dengan Urban Farming
Kampus Berkualitas00.26 0 komentar


Istilah urban farming beberapa tahun terakhir menjadi populer di kalangan pencinta tanaman. Urban farming ialah memanfaatkan lahan yang terbatas untuk berkebun menggunakan sistem hidroponik. Sistem hidroponik sendiri memiliki 6 tipe yang berbeda, salah satunya yang dapat dipraktekkan oleh pemula ialah Wick System.
Tanaman yang bisa Anda coba menggunakan teknik wick system ialah tanaman kategori sayuran seperti sawi, selada, brokoli, dan umbi-umbian seperti wortel, bawang, dan kentang. Wick system merupakan teknik yang paling sederhana dan dapat Anda coba di rumah. Yuk simak caranya berikut ini:
  1. Potong botol bekas air mineral menjadi dua bagian menggunakan gunting atau cutter.
  2. Panaskan paku, lalu buat beberapa lubang berdiameter 1 cm di potongan botol bagian atas maupun bawah untuk aerasi. Namun, jika pemberian nutrisi menggunakan sistem sumbu, biarkan tutup botol tetap di tempatnya, kemudian buat lubang tepat di tengah-tengah tutup botol untuk memasukkan sumbu flanel.
  3. Jika pemberian nutrisi menggunakan sistem apung, buka tutup botol sehingga akar menembus media tanam lalu berkembang di permukaan larutan nutrisi. Larutan nutrisi dapat Anda beli di toko bibit tanaman atau bisa Anda buat sendiri dengan mencampurkan beberapa pupuk dengan air.
  4. Masukkan potongan botol bagian atas ke potongan botol bagian bawah yang sudah diisi larutan nutrisi.
  5. Masukkan media tanam ke dalam potongan botol bagian atas.
Kini dengan sistem hidroponik, keterbatasan lahan untuk berkebun tidak menjadi kendala lagi.
Setiap orang bisa membudidayakan tanaman dan menikmati hasilnya. Selamat mencoba.
In Category : , ,

INDONESIA MENGAJAR, Kelas Inspirasi Ciptakan Keceriaan Bagi Para Siswa
Kampus Berkualitas00.22 0 komentar





Potret keceriaan dari para siswa terlihat saat mereka antusias menuliskan cita-citanya di pohon cita-cita dalam kegiatan kelas inspirasi di Kediri, Bojonegoro dan Jombang pada tanggal 30 April 2016 lalu. Hal ini menjadi kebahagiaan nyata bahwa generasi penerus memiliki semangat tinggi untuk meraih impiannya.

Kelas Inspirasi yang berada di bawah naungan Indonesia Mengajar ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat  dan sebagai  wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengabdi, memperkenalkan profesi relawan pengajar kepada para siswa SD serta memberikan inspirasi profesi yang digeluti oleh masing-masing relawan pengajar serta berbagi cerita terkait motivasi belajar.

Kegiatan yang berlangsung sehari dari pukul 07.00-13.00 WIB ini diikuti oleh beberapa dosen IIK antara lain, Muh. Shofi, S.Si., M.Sc , Ballighul Fal, S.ST, Nurul istiqomah, S.Si., M.Sc, Aisyah Hadi Ramadani, S.Si., M.Sc, Riska Surya Ningrum, S.Si., M.Sc, Farida Noor Arifah, S.Si., M.Sc, Arshy Prodyanatasari, M.Pd , Umarudin,M.Si, Inayah Fitri, M.Si, dan Durroh Humairoh, M.Si.  Kegiatan para dosen IIK di sana antara lain, memperkenalkan semua relawan pengajar, fasilitator, dan dokumentator, persentasi profesi kepada para siswa SD, serta pemberian cinderamata kepada kepala sekolah.

Keceriaan bertambah ketika para siswa menerbangkan balon dan menanam benih tanaman pertanian bersama untuk melestarikan lingkungan. Semoga dengan kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada para siswa agar selalu bersemangat dalam belajar demi mencapai cita-cita mereka.
In Category : ,

Selamatkan Lingkungan dengan Aksi Reboisasi
Kampus Berkualitas00.18 0 komentar


Bencana banjir masih kerap terjadi di daerah-daerah yang memiliki resapan air kurang pada tanah. Selain banjir, tanah longsor pun juga banyak terjadi di daerah pegunungan yang rata-rata hutannya gundul. Hal tersebut disebabkan oleh penebangan liar yang tidak diimbangi dengan reboisasi. Hutan sebagai penyedia bahan pangan, kayu, bahan-bahan alami, obat-obatan, bahan bakar, rumah bagi hewan dan lain-lain merupakan bank benih bagi seluruh makhluk hidup yang harus dilindungi dan dikelola dengan hati-hati. Sayangnya, kasus kerusakan hutan saat ini pun semakin marak terjadi. Berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hampir 7,3 juta hektar hutan diseluruh dunia hilang setiap tahunnya. Kerusakan hutan atau deforestasi hutan hampir terjadi diseluruh dunia, dimana kerusakan tersebut sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia.

Pemicu terbesar kegiatan deforestasi hutan adalah kegiatan industri, terutama industri kayu. Faktor lainnya adalah karena pengalihan fungsi hutan menjadi lahan perkebunan atau lahan pemukiman warga. Di sisi lain, deforestasi juga dapat disebabkan oleh kebakaran hutan yang disengaja atau terjadi secara alami.
Salah satu metode yang digunakan dalam kegiatan deforestasi adalah menebang pohon secara liar. Praktik tersebut akan mengakibatkan tanah menjadi tandus, sehingga timbul berbagai persoalan lingkungan seperti:

Terganggunya siklus air

Dengan semakin berkurangnya jumlah pohon-pohon yang ada di hutan akibat deforestasi, maka hutan tidak bisa lagi menjalankan fungsinya dalam menjaga siklus air karena pohon berperan dalam menyerap air hujan serta menghasilkan uap air yang akan dilepaskan ke atmosfer.

Bahaya banjir dan erosi tanah.

Dengan sedikitnya pohon, maka air hujan tidak terserap dengan baik sehingga aliran air muncul di permukaan dan mengakibatkan banjir. Air hujan yang muncul di permukaan mengangkut partikel-partikel tanah sehingga dapat menimbulkan erosi tanah atau tanah longsor.

Rusaknya ekosistem darat dan laut

Partikel-partikel tanah akibat dari banjir maupun tanah longsor terbawa  menuju laut dan mengalami proses sedimentasi atau pengendapan. Hal tersebut  tentu saja dapat merusak ekosistem yang ada di laut, seperti ikan dan terumbu karang.

Kekeringan

Dengan sedikitnya pohon maka daya serap tanah pun juga hilang. Hal ini berimbas pada musim kemarau karena tidak ada lagi cadangan air yang bisa digunakan dan berdampak pada kekeringan yang berkepanjangan.

Perubahan Iklim

Deforestasi berdampak pada pertukaran uap air dan karbondioksida yang terjadi antara atmosfer dan permukaan tanah yang berkaitan dengan terjadinya perubahan iklim, dimana ada perubahan konsentrasi yang ada di lapisan atmosfer akan memiliki efek langsung terhadap iklim.

Hilangnya keanekaragaman hayati

Menurut National Geographic, sekitar 70% tanaman dan hewan hidup di hutan. Deforestasi mengakibatkan mereka tidak bisa bertahan hidup. Dengan hilangnya habitat-habitat tersebut, maka akan menyebabkan kepunahan spesies.

Sebabkan Abrasi pantai

Eksploitasi hutan secara liar juga bisa dilakukan terhadap hutan-hutan mangrove yang berfungsi untuk melindungi pantai dari terjangan gelombang dan badai. Jika hal tersebut terus dibiarkan, akan berakibat terjadinya abrasi pantai.

Kerugian ekonomi

Sebagian masyarakat menggantungkan hidup mereka dari hasil hutan. Jika hutan rusak, maka sumber penghasilan mereka juga menghilang. Hal ini diakibatkan karena tanah menjadi tandus sehingga sulit digunakan untuk bercocok tanam.

Terjadinya bencana alam dan penebangan liar pada hutan mengakibatkan banyak kerugian bagi keseimbangan alam dan kehidupan manusia. Reboisasi merupakan langkah tepat untuk mengembalikan sumber daya alam, meningkatkan kualitas hidup manusia, mengurangi polusi udara, menanggulagi global warming dan lain-lain.

Reboisasi juga erat kaitannya dengan penghijauan. Jika pada reboisasi, penanaman kembali dikhususkan pada hutan yang telah gundul atau tandus, sedangkan pada penghijauan, penanaman kembali dilakukan pada lahan kosong di luar kawasan hutan.
Penanaman ini dilakukan pada tanah milik rakyat dengan berbagai tumbuhan seperti: jenis-jenis pohon hutan,pohon buah,tumbuhan perkebunan, tumbuhan pupuk hijau dan rumput pakan ternak. Tujuan penanaman agar lahan tersebut dapat di pulihkan, dipertahankan dan ditingkatkan kembali kesuburannya.

Reboisasi dan penghijauan sangat berguna bagi perbaikan lingkungan. Saat ini pemerintah tengah melakukan kegiatan penyuluhan terhadap masyarakat agar  mendukung kegiatan reboisasi dan penghijauan. Selain itu diperlukan juga observasi tempat - tempat yang memang seharusnya segera di lakukan reboisasi.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam reboisasi dan penghijauan, antara lain:

1. Pemilihan bibit tanaman

Pilihlah bibit generatif karena bibit generatif memiliki akar tunggang dan dapat hidup lebih lama dibanding bibit vegetatif yang berasal dari bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar.  Berbeda dengan bibit generatif yang berasal dari biji. Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat merusak trotoar, jalan atau saluran drainase.

2. Teknik Penanaman

Lubang tanam perlu dipersiapkan sedikitnya satu minggu sebelum penanaman dilakukan. Ukuran lubang tanam sangat bergantung pada besamya tanaman. Ukuran standar lubang tanam adalah 0.75 m (tinggi) x 0.90 m (lebar) x 0.90 m (panjang).

3. Perawatan pascatanam

Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil. Yakni dengan menyiram tanaman 2-3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil membuang ranting-ranting yang kering. Selain itu lakukan juga pemupukan pada tanaman tiap 3 bulan sekali dengan pupuk NPK 25 gram per lubang.
Selain pemerintah, masyarakat juga harus berperan aktif dalam melakukan pelestarian dan penghijauan hutan kembali (reboisasi). Tanpa peran serta dan dukungan masyarakat maka kelestarian hutan juga tidak dapat dikendalikan. Masyarakat terutama generasi muda diharapkan mempunyai kebiasaan menanam pohon dilingkungan tempat tinggalnya. Baik dipekarangan rumah, sekolah atau dipinggir-pinggir jalan. Kebiasaan ini perlu dipupuk sejak dini. Peran orang tua dan guru juga diperlukan dalam mengkampanyekan pentingnya hutan agar tertanam dalam pikiran meeka bahwa kerusakan hutan juga merusak kelangsungan hidup manusia. Jika kesadaran itu sudah tumbuh maka, masyarakat akan saling bekerja sama menjaga kelestarian hutan dan segera melapor atau mencegah dengan sendirinya jika ada orang-orang yang hendak merusak atau menebang pohon-pohon di hutan di sekitar mereka.


In Category : , ,