Tampilkan postingan dengan label farmasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label farmasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2016

Kenali Lebih Dalam KEASLIAN OBAT CHINA


Seiring dengan perkembangan teknologi dan masuknya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) ke Indonesia, marak pula penjualan produk-produk dalam berbagai sektor, salah satunya sektor farmasi. Dunia farmasi yang menyangkut obat begitu marak diperjualbelikan di Indonesia. Saat ini negara di luar Indonesia banyak yang mulai memasukkan produk obat-obatan di Negara Indonesia, contohnya seperti Negara China dengan obat-obatan tradisional China. Alternatif pengobatan China telah banyak memberikan efek yang baik untuk penyembuhan berbagai macam penyakit. Selain itu, efek sampingnya juga lebih kecil karena menggunakan tanaman herbal yang berkhasiat.

Dalam membeli obat-obatan tradisional China, konsumen juga harus selektif dan cermat. Sebab, biasanya obat-obat dari Sinse (dokter pengobatan China) harus disertai resep dan akan dituliskan dalam bahasa China.

Obat China memang digunakan untuk meringankan dan menyembuhkan suatu penyakit. Namun, kini banyak oknum yang mencoba mengambil kesempatan untuk memalsukan dan meniru berbagai obat China yang beredar di pasaran. Penyakit mungkin tidak menjadi sembuh malah bertambah parah hingga nyawa yang akan dipertaruhkan. Anda harus mulai waspada terhadap setiap jenis obat yang Anda beli. Dalam membeli obat-obatan tradisional China, maka konsumen harus jeli sebelum membeli, sehingga tidak akan tertipu dengan obat China yang palsu.



Berikut ini akan dipaparkan beberapa saran sebagai panduan membeli obat China menurut DR.dr. William Aditeja, dokter pengobatan China tradisional (Traditional Chinese Medicine):

Amati Kemasan

  • Pilih yang mencantumkan izin BPOM yang dicetak pada kemasannya
  • Nama & alamat perusahaan pengimpor tercantum jelas
  • Terdapat hologram nama perusahaan yang mengimpornya
  • Jelas keterangan kandungan isi atau komposisinya
  • Tercantum nomor telepon customer service dan konsultasi 
  • Tanggal kadaluwarsa (expired date)
  • Teliti indikasi dan kontraindikasinya (pantangan)
  • Jangan membeli yang tidak ada bahasa Indonesianya

Amati Obat

  • Bau obat tradisional China berbeda dengan obat kimia sintetis, karena bau obat China seperti jamu
  • Bubuk dalam kapsul obat tradisional China lebih kasar
  • Warna obat tradisional China lebih kecokelatan

Selain memperhatikan panduan dalam membeli obat China, kita juga perlu memperhatikan hal-hal ketika mengkonsumsi obat China, beberapa diantaranya adalah penyajian yang benar, waktu minum yang tepat, dosis tepat, dan kesabaran dari pasien sendiri dalam proses penyembuhan dengan obat China.

Langkah antisipatif memang harus dilakukan sebelum membeli obat tradisional China, karena konsumen memang harus lebih bertindak jeli agar obat yang dibeli benar-benar asli. Mari bertindak jeli dan mengenali lebih dalam obat yang kita beli, karena kesehatan adalah hal utama yang harus jaga. 

Bila kapsul dibuka, bubuk obat tradisional
    China lebih kasar

Selasa, 06 September 2016

IIK Sukses Gelar Seminar Nasional


Wanita dan kosmetik adalah dua hal yang saling berkaitan. Kosmetik diproduksi agar wanita dapat tampil cantik dan percaya diri. Sayangnya, saat ini banyak produsen kosmetik yang memakai bahan berbahaya, seperti merkuri, pewarna terlarang, hidrokinon dan lain-lain. Kandungan bahan berbahaya tersebut memang tidak terasa dalam jangka waktu pendek. Seringkali konsumen merasa puas dan justru tidak sadar dengan kosmetik yang berbahaya tersebut karena efeknya lebih cepat terasa pada kulit wajah.
Namun, dalam pemakaian jangka waktu lama, kesehatan Anda dapat menjadi taruhannya. Pemakaian kosmetik yang mengandung bahan berbahaya ini dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan dan rasa terbakar, serta dapat menyebabkan kelainan pada ginjal (nephropathy), kanker darah, dan kanker sel hati (hepatocelluler adenoma).

Tamu undangan yang hadir saat seminar nasional farmasi
Antusias peserta seminar nasional farmasi


Perlunya pemberian edukasi kepada konsumen sebelum memilih kosmetik merupakan hal yang sangat penting agar konsumen tidak terjebak pada bahaya kosmetik palsu. Hal inilah yang menjadi alasan Fakultas Farmasi Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri  untuk menggelar seminar nasional farmasi pada tanggal 10 Oktober 2015 di Graha IIK Kediri. Acara ini mengusung tema “Prospek Kosmetik Herbal dan Aspek Legalnya”. Sebanyak 1.156 peserta yang terdiri dari mahasisiwa farmasi IIK hingga praktisi se-Jawa Timur ini terlihat antusias mengikuti acara seminar nasional yang dibuka oleh drg. R.P Bambang Noerjanto, MS., Sp.RKG, selaku Rektor IIK Bhakti Wiyata Kediri.



Moderator (kiri) yang berinteraksi dengan
narasumber dan audience
Acara ini semakin menarik karena diisi oleh pemateri yang berkompeten di bidangnya, mereka adalah Prof. Dr. Subagus Wahyuono, Dekan Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta, I Gusti Bagus Kusumo Dewa, S.St, Apt, MPPM, Kepala Balai Besar POM Jawa Timur, serta dr. Nunik Tjempakawati, Sp. KK, Praktisi Kosmetik. Ketiga pakar tersebut mengupas tuntas mengenai kosmetik herbal dan aspek legalnya supaya masyarakat sebagai konsumen tidak menjadi korban kosmetik ilegal.

Semoga dengan adanya kegiatan yang mengedukasi ini, masyarakat dapat semakin bijak dan teliti sebelum membeli kosmetik.

Selasa, 30 Agustus 2016

Tokoh Berjasa dalam Dunia Farmasi

Masa Hipocrates (460-370 SM) yang dikenal sebagai “Bapak Ilmu Kedokteran”, belum dikenal adanya profesi Farmasi. Dengan semakin berkembangnya ilmu kesehatan masalah penyediaan obat semakin rumit, baik formula maupun cara pembuatannya, sehingga dibutuhkan adanya suatu keahlian tersendiri dan lahirlah ahli farmasi pada masanya.

Mungkin banyak orang belum mengenal tokoh yang berjasa dalam dunia farmasi dan hampir sedikit orang yang mengenalnya. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan, tidak ada salahnya kita mengetahui dan mengenal siapa tokoh berjasa yang telah mengenalkan kita pada pengobatan sampai pada saat ini. Berikut ini para tokoh yang berjasa dalam dunia farmasi:

      Dioscorides (abad ke-1 M)
Seorang dokter yunani yang merupakan seorang ahli botani, yang merupakan orang pertama yang menggunakan ilmu-tumbuh tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan, hasil karyanya berupa De Materia Medika. selanjutnya mengembangkan ilmu farmakognosi. obat obatan yang dibuat dioscoridaes antara lain napidium, opium, ergot, hyosciamus, dan cinnamon.




      Galen (130 – 200 M)
Galen adalah seorang dokter dan ahli Farmasi Yunani. Ia telah menciptakan suatu sistem yang sempurna mengenai fisiologi, patologi dan pengobatan serta merumuskan doktrin yang diikuti selama 1500 tahun. Dia adalah pengarang yang memiliki karya paling banyak di jamannya maupun jaman lain dan telah mendapat penghargaan untuk 500 buku tentang kedokteran serta 250 buku lainnya tentang filsafat, hukum maupun tata bahasa. Karya tulisnya dalam ilmu kedokteran termasuk uraian berbagai obat-obatan yang berasal dari alam dengan formula dan cara pembuatannya. Dialah orang pertama yang memperkenalkan teknik mencampur atau melebur masing-masing bahan. Teknik ini kemudian dikenal sebagai farmasi Galenik.



Ibnu Sina (980 – 1030 M)
Ibnu Sina merupakan Bapak Kedokteran Islam yang dihormati baik di dunia Timur dan Barat, seperti halnya ilmuwan Islam lainnya yang memberikan pengaruh ilmu kedokteran selama beberapa abad lamanya. Ia juga telah menggabungkan pengetahuan pengobatan dari berbagai negara yaitu Yunani, India, Persia, dan Arab untuk menghasilkan pengobatan yang lebih baik. Dan telah menulis beberapa buku tentang metode pengumpulan dan penyimpanan tumbuhan obat dan menulis buku tentang cara pembuatan sediaan obat seperti pil, supositoria, sirup.




    
 Johann Jakob Wepfer (1620-1695 M)
Ia adalah orang pertama yang melakukan penelitian farmakologi dan toksikologi pada hewan percobaan dan berhasil melakukan verifikasi efek farmakologi dan toksikologi obat pada hewan percobaannya. Percobaan pada hewan merupakan uji praklinik yang sampai sekarang merupakan persyaratan sebelum obat diuji–coba secara klinik pada manusia. 



Philipus Aureollus Theprathus Bombastus van Honheinm (1493 – 1541 M)
Philipus dikenal sebagai Paracelcus seorang dokter dan ahli kimia, yang merubah paradigma ilmu farmasi yang mulanya berdasarkan ilmu tumbuhan menjadi profesi yang berkaitan erat dengan ilmu kimia, paracelcus juga berhasil menyiapkan bahan obat kimiawi yang dipakai sebagai obat internal untuk melawan penyakit tertentu. Ia memiliki pengaruh besar pada perkembangan ilmu farmasi.

Cara Tepat Membersihkan Luka


“Ketika terluka, yang umum digunakan masyarakat untuk membersihkan luka adalah alkohol. Padahal hal tersebut harus dihindari karena alkohol memberikan efek samping kepada sel tubuh yang terluka.”

dr. Jaka Suganda dari perusahaan produk kesehatan dan kecantikan menjelaskan, alkohol memang mengandung desinfektan untuk membunuh bakteri. Namun, ketika pembuluh darah terbuka karena luka, pemberian alkohol justru bisa merusak jaringan sekitarnya.
Beliau mengatakan bahwa "Alkohol bisa merusak sel-sel yang mau tumbuh, jadi penyembuhan agak lama.”

Selain itu, alkohol yang masuk ke aliran darah melalui kulit yang terluka menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Sebelum diobati, luka memang harus dibersihkan terlebih dahulu. Bahan terbaik untuk membersihkan luka ialah air steril. Namun, jika tidak ada air steril, bisa dengan air bersih. "Sebaiknya air steril disediakan di kotak P3K," tambahnya.

Menurut dr. Jaka, penggunaan rivanol juga diperbolehkan karena dapat membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhan kuman pada kulit yang terluka. Setelah daerah luka benar-benar bersih, barulah diobati.

Untuk membunuh kuman atau bakteri di dalam darah luka, gunakanlah obat merah. Selain itu, bisa juga menutup luka dengan plester. Sementara itu, jika luka cukup lebar, gunakan  kasa steril. Penanganan luka ini hanya untuk pertolongan pertama. Jika luka cukup serius, pergilah ke rumah sakit terdekat.

Senin, 15 Agustus 2016

Jelajahi Dunia Dengan Membaca


TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI
Penulis : Dhadhang Wahyu Kurniawan
             T.N. Saifullah Sulaiman

Buku Sediaan Farmasi ini disusun untuk memudahkan pembaca dalam mempelajari hal-hal yang terkait dengan pembuatan sediaan farmasi skala industri, mengingat masih sedikitnya buku sejenis yang berbahasa Indonesia. Buku ini membahas tentang bagaimana cara mendesain sediaan farmasi; hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam mendesain dan memformulasi suatu sediaan farmasi; konsep-konsep dasar yang menjadi prinsip utama terkait teknologi pembuatan sediaan farmasi (di industri); teknik-teknik optimasi yang terkait dengan proses untuk menghasilkan sediaan farmasi yang lebih baik; teknik-teknik optimasi yang terkait dengan formulasi; hal-hal yang dapat mempengaruhi mutu sediaan farmasi; sekilas dan sekilas tentang kemasan produk farmasi. Pada bagian akhir buku ini juga dibahas tentang Cara Pembuatan Obat yang baik secara sekilas, sehingga pembaca semakin paham bagaimana proses pembuatan obat yang dilakukan di industri farmasi.



TIPS MEMBUKA USAHA FARMASI DAN ALAT-ALAT KESEHATAN
Penulis : Agus N. Cahyo

Buku ini juga menguraikan prinsip-prinsip pengelolaan apotek, mulai dari pencarian karyawan, relasi dengan dokter, teknik dan cara menyimpan obat yang baik dan benar, menentukan lokasi strategis, hingga ide-ide kreatif untuk membuat apotek Anda semakin maju dan ramai oleh pelanggan. Sebagai jurus pamungkas, buku ini berupaya  mendedahkan rahasia-rahasia sukses dari dua jaringan apotek besar di Indonesia, yakni Kimia Farma dan K-24. Buku ini layak menjadi pegangan terlengkap bagi Anda, calon entrepreneur di bidang apotek dan

Generasi Terbaru Mesin Pencetak Tablet Press Rotary Tablet Express

Mesin press rotary tablet adalah jenis mesin yang menekan granular partikel ke tablet melalui bahkan set cetakan dengan gerakan melingkar naik dan turun sepanjang jalan tertentu. Dengan menggunakan mesin pencetak tablet, maka produksi obat-obatan akan lebih efisien. Alat tersebut sangat cocok untuk produsen obat dan praktek laboratorium farmasi.

ZP35A ZP35B Double-Press Rotary Tablet Press merupakan generasi baru mesin pencetak tablet. Alat tersebut menggunakan kecepatan dan mesin pencetak double, sehingga produksi obat akan lebih cepat dibandingkan alat press tablet lainnya. Mesin tersebut tertutup dan terlindung dari kontaminasi dari luar, sehingga kebersihan obat terjaga.

Berikut spesifikasi ZP35A & ZP35B Double-Press Rotary Tablet Press :


Kamis, 14 Agustus 2014

Mengenal Cabang-Cabang Fisioterapi


Fisioterapi adalah bentuk pelayanan Kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi. Fisioterafis adalah seseorang yang telah lulus pendidikan formal fisioterapi dan kepadanya diberikan kewenangan tertulis untuk melakukan tindakan fisioterapi atas dasar keilmuan dan kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Seorang Fisioterapis (Ahli Fisioterapi) mempunyai kewenangan untuk melakukan: Penilaian pasien atau klien (Assessment), Diagnosis (menetapkan diagnosis Fisioterapi), Planning (merencanakan program terapi), Intervensi (melaksanakan terapi pada pasien/klien), Evaluasi (mengevaluasi program terapi yang telah dilakukan).

Cabang fisioterapi

1. Pediatri


Banyak permasalahan-permasalahan pada anak yang bisa ditangani oleh Fisioterapi dengan tujuan meningkatkan kemampuan anak dalam keterbatasan fungsi dan gerak tubuh seperti Cerebral Palsy (CP), Down Syndrom, Autis, dan masalah-masalah dengan kebutuhan khusus lainnya.
Disini seorang Fisioterapis berfungsi sebagai pelatih, menyiapkan orangtua dan penderita dengan strategi dan melatihnya dimana dapat membantu maningkatkan penampilan di rumah, sekolah, dan masyarakat.


2. Geriatri


Bertambahnya usia maka aktifitas gerak individu seperti keterampilan daya tahan, kekuatan semakin menurun sehingga menghambat aktifitasnya. Masalah-masalah yang timbul seperti Stroke, berkurangnya daya ingat, dan lain-lain.
Disini Fisioterapi membantu agar kualitas hidup bisa dipertahankan untuk tetap aktif sesuai dengan pera dan tanggung jawabnya.


3. Musculoskeletal


Inilah yang sering terjadi pada masyarakat umumnya. Terutama akibat dari peningkatan aktivitas. Seperti ketegangan otot atau Spasme, Sprain, nyeri pada persendian dan lain-lain. Biasanya ini diakibatkan oleh posisi yang salah saat beraktivitas. Misalnya posisi duduk yang salah saat sedang bekerja, posisi duduk yang terlalu lama, posisi saat mengangkat beban yang salah. Itu semua menyebabkan timbulnya rasa nyeri dan tidak nyaman. Fraktur atau patah tulang juga bisa saja terjadi akibat kecelakaan kerja atau saat sedang melakukan aktivitas lain seperti berolahraga dan bermain, dan sebaiknya segera ditangani dengan baik dan cepat.
Disinilah fungsi seorang Fisioterapis dibutuhkan, yaitu untuk mengembalikan fungsi otot, sendi dan tulang agar kembali normal.


4. Kardio-Pulmonal


Peran Fisioterapi pada kondisi  jantung dan paru-paru difokuskan pada aspek pemulihan fisik, khususnya meminimalkan kondisi akibat bed rest, peningkatan fungsi cardio-pulmonal dan perbaikan fungsi musculuskeletal. Dimulai dengan assesment, breathing exercise, assisted atau aktiv exercise untuk pasien tertentu. Mengawasi proses ambulasi atau perpindahan tempat, menaiki tangga dan aktivitas lainnya. Memprogramkan home exercise, edukasi pada pasien dan keluarga, serta modifikasi aktivitas.
Selanjutnya Fisioterapis tetap melaporkan kemajuan yang terkait dengan kondisi fisik pasien serta tetap berkonsultasi dengan dokter.


5. Neurologi


Fisioterapi neurologi adalah membantu orang-orang yang mengalami kelianan atau penyakit pada neurologist (saraf), seperti penyakit Alzheimer, Cerebral Palsy, Cedera/Gegar Otak, Multiple Sclerosis, Parkinson, Cedera Saraf Tulang Belakang dan Stroke.
Umumnya, kelainan yang terkait dengan kondisi neurologi berupa gangguan yang terjadi pada penglihatan, keseimbangan, aktivitas dan gerakan dan berkurangnya kebebasan fungsional tubuh.


6. Olahraga


Fisioterapi Olahraga bertugas menjaga pemain agar selalu dalam kondisi bagus sebelum pertandingan. Selain itu juga membuat program rehabilitasi untuk menangani pemain yang  cedera seperti Spasme dan lepasnya persendian akibat posisi yang salah ketika jatuh. Fisioterapi Olahraga bertanggungjawab dengan kebugaran pemain agar pola hidup mereka tidak asal-asalan. Fisioterapis juga menjaga nutrisi para pemain dan berhubungan dengan pelatih. Caranya dengan memberitahu dia mengenai kondisi pemain sebelum menjalani pertandingan.