Senin, 26 September 2016

Waspadai dan Kenali Virus Zika Sedini Mungkin


Akhir-akhir ini virus Zika menjadi perhatian serius setelah mewabah di beberapa negara seperti Brazil dan Kolombia.  Virus ini pertama kali diidentifikasi tahun 1947 di negara Uganda dengan temuan kasus demam pada kera asli. Kemudian virus ini menyerang sejumlah populasi manusia di kawasan Afrika hingga meluas pada tahun 1954. Kasus pertama dari luar Afrika terjadi di Yap Island, sebuah pulau di kawasan Pasifik Mikronesia pada tahun 2007. Di Asia Tenggara, kasus ini masih terbilang sangat langka. Menurut dr. Ari Fahrial Syam dari Universitas Indonesia dalam blognya, virus ini dilaporkan sudah pernah muncul di Indonesia tahun 1981 dan 2013. Kabar baiknya, di tahun 2015 Lembaga Eijkman Institute, sebuah lembaga yang fokus pada penelitian biologi molekuler medik dan bioteknologi, berhasil mengisolasi virus ini di Indonesia. Meskipun sudah berhasil diisolasi, tetapi tidak menutup kemungkinan jika virus ini akan menyebar kembali di Indonesia. Lalu, sudahkah Anda mengenal lebih dalam tentang virus Zika? Mari, Simak penjelasan berikut.

Menurut World Health Organization (WHO), virus Zika ditularkan kepada manusia melaui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Virus yang masih satu family dengan penyebab penyakit demam berdarah, penyakit kuning dan chikungunya ini biasanya mengigit di pagi dan malam hari.

Kesamaan gejala demam berdarah dengan demam Zika yaitu diawali dengan demam yang naik turun serta rasa linu hebat pada persendian dan tulang. Kadang juga disertai mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut dan disertai rasa lemah dan lesu. Dari beberapa kesamaan tersebut, terdapat juga gejala khas demam Zika, diantaranya:
  • Demam cenderung naik turun, tetapi suhu badan tidak terlalu tinggi maksimal 38oC.
  • Muncul beberapa ruam pada kulit yang melebar dengan benjolan tipis.
  • Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai lebam dan bengkak seperti terbentur dan keseleo ringan.
  • Kerap muncul keluhan infeksi mata menyerupai konjungtivitas dengan mata kemerahan.
Depkes RI menyatakan bahwa virus ini tergolong bahaya jika terjadi pada ibu hamil karena dapat menyerang jaringan otot serta sistem saraf termasuk sistem saraf pusat di otak dari janin. Diduga ada korelasi antara infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian cacat mikrosefalus (ukuran otak yang kecil) pada bayi yang dilahirkan. Namun hal ini belum terbukti secara ilmiah. Untuk antisipasi, perempuan hamil sebisa mungkin hindari gigitan nyamuk. Kondisi perempuan hamil yang mengalami gejala virus Zika juga harus dimonitor ketat oleh penyedia layanan kesehatan.

Selain berbahaya bagi ibu hamil, ada sekelompok kasus di mana virus dapat menyerang sistem saraf orang dewasa dan menyebabkan peradangan akar saraf di tulang belakang. Pasien yang mengalaminya akan mati rasa, kesulitan berjalan, dan mengalami kelumpuhan ekstrem. Dalam kasus yang parah, pasien memerlukan alat bantu hidup karena menderita kerusakan saraf.

Berikut adalah langkah-langkah untuk melindungi diri dari infeksi virus Zika:
  • Cegah perkembangbiakan nyamuk di sekitar tempat tinggal dengan mengosongkan dan membersihkan tempat penampungan air.
  • Lindungi tubuh dengan lotion anti nyamuk, baju berlengan dan celana panjang, tutup jendela dan pintu, serta ruang tidur dengan kelambu.
  • Jika Anda berencana pergi ke tempat yang sudah terjangkit Virus Zika maka berhati-hatilah dan ambil langkah pencegahan di atas.

Hal  yang  Perlu  Dilakakukan  jika  Terinfeksi  Virus  Zika

Sejauh ini belum ada vaksin atau obat untuk menyembuhkan infeksi virus Zika. Departemen Kesehatan RI menghimbau jika terinfeksi virus ini segera lakukan:
  • Istirahat cukup
  • Hindari dehidrasi dengan minum 8 gelas per hari
  • Minum obat penghilang demam dan nyeri
  • Segera ke dokter atau penyedia layanan kesehatan
Sebagai upaya penyembuhan, tingkatkan asupan vitamin C, E, B, dan A dalam tubuh untuk memicu sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. Jika kondisi tubuh baik, maka infeksi Virus Zika dapat pulih dalam tempo 7-12 hari. Salam sehat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar