Minggu, 25 September 2016

Budidaya TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Sebagai Alternatif Kesehatan Keluarga
Kampus Berkualitas23.30 0 komentar


Sebagian besar masyarakat Indonesia tentu tak asing dengan istilah TOGA (Tanaman Obat Keluarga) atau Apotek Hidup. Toga merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan dan biasanya dibudidayakan di sekitar rumah sebagai alternatif obat yang mudah dan murah untuk dijangkau. Sayangnya, tak banyak yang sadar betapa besar manfaat Toga karena lebih banyak beralih kepada sesuatu yang instan seperti obat tablet. Oleh karena itu, perlu adanya informasi tambahan mengenai jenis-jenis dan cara memulai membudidayakan tanaman obat keluarga agar masyarakat sadar untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lebih bermanfaat.

Tanaman obat keluarga dibagi menjadi 6 jenis tanaman yakni tanaman daun, buah, batang, biji, dan umbi-umbian. Berikut manfaat  beberapa tanaman obat keluarga yang diklasifikasi dari jenisnya:

Daun Kelor

Daun yang juga dikenal dengan nama merunggai dan memiliki nama latin Moringa Oleifera ini bermanfaat untuk mengobati gatal-gatal akibat alergi dan gigitan serangga. Caranya tumbuk halus daun kelor dan tambahkan sedikit minyak kelapa lalu bubuhkan pada bagian kulit yang gatal. Selain itu, daun kelor juga dapat mengobati pegal linu, asam urat, rabun ayam dan penyakit kuning.

Belimbing Wuluh

Termasuk dalam jenis tanaman buah yang memiliki rasa asam dan biasanya dijadikan sebagai bahan masakan ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya ialah untuk mengobati sakit gigi. Caranya tumbuk belimbing wuluh dan dibubuhkan pada gigi yang berlubang. Selain itu, dapat dimanfaatkan untuk mengobati batuk, mengurangi gula darah penyebab diabetes, mencegah hipertensi dan mencegah jerawat.

Mengkudu

Masih dalam kategori tanaman buah, ada buah mengkudu atau buah pace. Dibalik aroma tak sedapnya terdapat banyak khasiat bagi kesehatan. Buah yang mengandung  senyawa 2-methoxy-1,3,6- trihydroxyanthraquinone ini baik untuk mencegah kerusakan sel DNA yang dapat menyebabkan kanker. Zat antioksidan yang tinggi baik untuk mencegah penyebaran sel kanker pada tubuh. Selain mencegah kanker, mengkudu dapat mengobati keracunan makanan, peradangan usus, radang lambung, dan mengobati infeksi.

Pule Pandak


Tanaman ini termasuk dalam jenis tanaman akar yang memiliki nama latin Rauvolfia serpentine. Bagi orang awam mungkin nama akar pule pandak jarang diketahui, padahal tanaman ini memiliki khasiat yang banyak bagi kesehatan seperti mengobati insomnia, mencegah hipertensi, mengobati sakit kepala dan menyembuhkan bisul. Sebelum menggunakan akar ini sebaiknya dicuci dahulu dan dipotong kecil-kecil lalu dijemur untuk penyimpanan. Cara pengolahan sebagai obat antihipertensi adalah 50 gr akar direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa menjadi 1 gelas, lalu saring dan minumlah di waktu pagi dan sore hari masing-masing ½ gelas.

Temulawak

Termasuk dalam kategori tanaman umbi-umbian, temulawak memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan di antaranya memelihara fungsi hati, mengobati masalah pencernaan, mengurangi radang sendi, dan meredakan asma. Untuk pengobatan asma, gunakan ½ rimpang temulawak lalu cuci bersih, kupas dan iris kecil-kecil. Rebus irisan temulawak dicampur gula aren dengan 5 gelas air hingga air rebusannya tersisa setengah dari jumlah rebusan awal. Minum air rebusan tersebut tiga kali sehari.

Pala

Termasuk dalam tanaman jenis biji-bijian, pala juga masuk dalam kategori rempah- rempah di Indonesia. Selain sebagai bumbu dapur, zat saponin dalam biji pala bermanfaat untuk meredakan asam lambung. Cara pengolahannya adalah tumbuk pala hingga halus lalu campurkan dengan buah pisang batu dan aduk dalam segelas air hangat. Dengan adanya kandungan limonene, biji pala juga dapat menghilangkan bau badan, mengobati sakit gigi berkat adanya kandungan zat samak yang dapat mematikan kuman penyebab sakit gigi, mengobati hepatitis dan influenza karena kandungan asam oleanolat.

Sebagian tanaman obat keluarga yang telah diulas merupakan sebagian kecil dari banyaknya varietas tanaman obat keluarga yang dapat dibudidayakan. Untuk membudidayakan tanaman obat keluarga di pekarangan rumah, Anda dapat memanfaatkan pot, polybag, karung bekas bahkan botol bekas sebagai lahan menanam Anda. Beli bibit dan gunakan pupuk organik lalu rajin merawat dengan menyirami dan membasmi hama pada tanaman maka tanaman obat keluarga dapat tumbuh subur dan dapat dinikmati manfaatnya bagi kesehatan.

Tanaman obat keluarga selain bermanfaat bagi kesehatan juga bisa menjadi penghias rumah Anda. Jika Anda jeli melihat peluang, tanaman obat keluarga selain jadi hobi juga bisa menjadi bisnis sampingan keluarga dengan pengelolaan khusus. Selamat mencoba!
In Category : , ,
Tentang IIK Institut Ilmu Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan adalah institut kesehatan satu-satunya di Indonesia yang berfokus kepada ilmu kesehatan. Telah terdaftar dalam BAN-PT dan berada di bawah naungan Dinas Kesehatan. Telah meluluskan lebih dari 13.000 mahasiswa profesional dan berkompetensi. Kunjungi website kami IIK and Facebook

0 komentar

Posting Komentar