Rabu, 31 Agustus 2016

Kisah Seekor Tikus: Jangan Abaikan Kesulitan Temanmu
Kampus Berkualitas19.18 0 komentar


Dalam sebuah gubuk tinggallah seekor tikus bersama hewan lain, yaitu ayam, kambing, sapi, dan ular. Sapi, kambing dan ayam merupakan peliharaan pemilik gubuk, sedangkan tikus dan ular adalah binatang liar.

Suatu hari, si pemilik gubuk tiba di gubuk dengan membawa tas besar. Tas tersebut berisi barang belanjaan, namun yang membuat kaget sang tikus ialah terdapat jebakan tikus di dalam tas itu. Si tikus sadar bahwa pemilik gubuk akan menangkap dirinya dengan jebakan. Maka dengan panik si tikus meminta bantuan kepada hewan lain.

Si tikus menghampiri ayam, “Hai ayam, majikanmu ingin menangkapku dengan jebakan. Bisakah kau membantuku?”

Ayam menjawab, “Aku sedang sibuk mengerami telurku, aku tak bisa membantumu.”

Lalu tikus mendatangi sapi, “Temanku, Sapi. Majikanmu hendak membunuhku, bantulah aku untuk menyingkirkan jebakan itu”, kata tikus.

Lalu sapi menjawab, “Maaf kawan, aku sedang makan. Aku tak bisa membantumu, kau cukup berhati-hati saja.”

Si tikus menghampiri kambing, “Kawanku, Kambing. Bantulah aku menyingkirkan jebakan tikus itu, majikanmu hendak menangkapku.”

“Maaf tikus, aku tak perlu melakukan itu. Jebakan tikus tak akan mempan kepadaku,” jawab kambing.

Dengan hati gusar, akhirnya tikus menghampiri ular, “Ular, pemilik gubuk ini hendak menaruh jebakan tikus. Apa yang harus kulakukan? Bisakah kau membantuku?”

“Jebakan tikus kecil tak akan melukaiku. Apa untungnya bagiku membantumu, masih untung aku tak memakanmu,” jawab ular. Karena tak ada yang membantunya, akhirnya tikus menghabiskan waktu bersembunyi di dalam sarangnya.

Tak lama kemudian terdengar keributan, rupanya ekor ular terkena jebakan tikus. Istri pemilik gubuk yang saat itu berada di dekat ular terkena gigitan ular.  Tak lama kemudian suaminya berlari mendekat dan membunuh ular tersebut. Terlambat, istrinya terkena racun si ular. Lalu si pemilik gubuk membawa istrinya ke tabib terdekat.

Istri pemilik gubuk terkena demam gara-gara racun ular tersebut. Untuk menurunkan demam itu, tabib menyuruhnya untuk memakan ceker ayam. Lalu disembelih lah ayam miliknya.  Karena tak kunjung sembuh, sang tabib menyuruhnya untuk memakan hati kambing. Maka kambing miliknya disembelih.

Nasib malang menimpa istri pemilik gubuk, nyawanya tidak terselamatkan. Banyak sekali tamu berdatangan untuk melayat. Untuk memberi makan para pelayat, akhirnya sang pemilik gubuk menyembelih sapinya. Kini teman-teman si tikus sudah tidak ada, hanya si tikus saja yang bertahan hidup.

Pesan moral :
Kita tidak tahu apa yang terjadi dikemudian hari, bisa saja apa yang menimpa kawan anda akan menimpa anda juga. Maka bantulah kawan-kawanmu yang mengalami kesusahan atau kesulitan dengan ikhlas dan rendah hati, karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
Salam Persahabatan.
In Category : ,
Tentang IIK Institut Ilmu Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan adalah institut kesehatan satu-satunya di Indonesia yang berfokus kepada ilmu kesehatan. Telah terdaftar dalam BAN-PT dan berada di bawah naungan Dinas Kesehatan. Telah meluluskan lebih dari 13.000 mahasiswa profesional dan berkompetensi. Kunjungi website kami IIK and Facebook

0 komentar

Posting Komentar