Selasa, 21 Juni 2016

Langkah Mudah Mendirikan Apotek Mandiri
Kampus Berkualitas00.18 0 komentar



Mendirikan apotek merupakan pilihan bisnis yang memiliki peluang sukses tinggi. Menurut KepMenKes No.1027/MENKES/SK/IX/2004, apotek adalah tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan kefarmasian, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Melihat dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa apotek bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mendirikan apotek cukup mudah, namun diperlukan strategi dan perhitungan yang matang agar pendirian apotek mendapat izin dari dinas kesehatan dan sukses di pasaran.


Langkah-langkah yang perlu anda lakukan dalam mendirikan apotek ialah :

1. Lokasi Apotek

Lokasi yang strategis menentukan kesuksesan anda dalam membangun apotek. Apotek akan lebih produktif jika didirikan di dekat rumah sakit, puskesmas, dan praktek dokter, atau disekitar perumahan yang padat penduduknya.

2. Persiapan

Setelah lokasi sudah ditentukan, hal berikutnya yang perlu dipersiapkan adalah pengetahuan mengenai obat-obatan. Jika anda tidak memiliki latar belakang pendidikan farmasi, maka anda harus mempersiapkan seorang apoteker yang bertanggung jawab menjalankan apotek. Gaji seorang apoteker rata-rata berada di rentang Rp.2.000.000 – Rp.4.000.000,- per bulan.

3. Perizinan

Hal pertama yang harus diselesaikan ialah mengurus Surat Keterangan Izin Tempat Usaha. Setelah itu mengajukan permohonan surat izin apotek. Jika lolos uji kelayakan, maka apotek siap untuk dijalankan. Persyaratan dan tata cara pendirian apotek dapat anda pelajari di dalam Kepmenkes RI No. 1332 tahun 2002. Biaya yang dikeluarkan untuk perizinan tersebut tergantung oleh kota masing-masing, estimasi sekitar Rp.3.000.000,-.

4. Pengadaan Obat

Sediakan berbagai macam obat-obatan untuk kelengkapan apotek anda dan pastikan tersedia obat-obatan yang sering dikonsumsi atau yang dibutuhkan masyarakat. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli obat tergantung dari varian dan jenis obatnya. Untuk kategori sedang, biaya yang diperlukan berkisar Rp.40.000.000,-. Sebelum membeli obat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :
a. Melakukan tinjauan terhadap masalah kesehatan yang sering terjadi.
b. Menyesuaikan macam obat yang akan dibeli dengan anggaran.
c. Pilihlah obat yang standar mutunya tinggi.
d. Sediaan kombinasi dipilih jika potensinya lebih baik daripada sediaan tunggal.

 Tips : Penataan Obat di Apotek disesuaikan  dengan kategori dan jenis obat.

Dalam menjalankan bisnis apotek, ada hal lain yang perlu diperhatikan agar apotek anda dapat bertahan dan semakin sukses, diantaranya :

1. Pemasaran

Agar apotek anda ramai pembeli, gunakan strategi pemasaran yang baik. Misalkan mencari supplier obat di media cetak atau online (seperti: yellow pages, majalah kesehatan, dsb), membuat brosur, pamflet atau iklan radio dan koran lokal. Selain itu gunakan papan tanda apotek di depan toko yang mudah dilihat.
Selain dari segi pemasaran, manajemen harga obat juga menentukan kesuksesan apotek anda. Pasanglah harga yang sesuai dan relatif terjangkau. Perhatikan pesaing anda (apotek lain) dalam mematok harga.

2. Obat Palsu

Kemungkinan masuknya obat-obatan palsu ke apotek harus diwaspadai. Belilah obat-obatan langsung kepada pihak produsen. Karena jika anda ketahuan memperdagangkan obat palsu, maka izin apotek akan dicabut dan apotek anda akan kehilangan kepercayaan oleh masyarakat.

In Category : ,
Tentang IIK Institut Ilmu Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan adalah institut kesehatan satu-satunya di Indonesia yang berfokus kepada ilmu kesehatan. Telah terdaftar dalam BAN-PT dan berada di bawah naungan Dinas Kesehatan. Telah meluluskan lebih dari 13.000 mahasiswa profesional dan berkompetensi. Kunjungi website kami IIK and Facebook

0 komentar

Posting Komentar