Selasa, 21 Juni 2016

Amankah Kombinasi Obat Kimia & Obat Herbal
Kampus Berkualitas00.18 0 komentar

Konsumsi Obat Herbal dan Obat Kimia secara bersamaan memang perlu ekstra hati-hati. Cara paling mudah, adalah membekali diri dengan pengetahuan yang cukup, agar senyawa aktif di dalam Herbal dan obat kimia tersebut bersinergi, sehingga pengobatan menjadi lebih optimal.

Menurut Prof. Dr. Purwantyastuti, Sp.F(K) seorang ahli pengobatan, penggunaan obat kimia dan obat herbal tergantung dari kandungan dari obat tersebut. Penggunaan obat kimia biasanya didampingi dengan saran dan resep dokter. Penggunaan secara bersamaan dengan obat herbal juga tentu harus sepengetahuan dari dokter. Konsumsi Herbal dan obat kimia secara bersamaan memang perlu ekstra hati-hati. Cara paling mudah, adalah membekali diri dengan pengetahuan yang cukup, agar senyawa aktif di dalam Herbal dan obat kimia tersebut bersinergi, sehingga pengobatan menjadi lebih optimal. 

Pada saat obat farmasi dan Herbal yang berbahan sama digunakan berbarengan, ada potensi terjadinya dampak tambahan yang bisa menguntungkan namun bisa pula merugikan. Interaksi negatif bisa muncul karena ada beberapa jenis Herbal yang benar-benar bertentangan dengan obat-obat tertentu. 


Interaksi obat Herbal dan obat Kimia

Herbal dan obat kimia sebenarnya memiliki khasiat yang sama. Namun, bekerja dengan cara yang berbeda. Kalau obat-obatan kimia bekerja dengan meredam gejala sakit, Herbal (baik dalam bentuk suplemen, kapsul, jamu, atau rebusan) umumnya berperan dalam menyeimbangkan fungsi organ tubuh agar kembali bekerja dengan baik.

Interaksi Herbal dan obat kimia dapat terjadi, karena Herbal dan obat kimia mengandung senyawa aktif yang sama-sama mempengaruhi tubuh. Jika Herbal dan obat kimia ini dikonsumsi secara bersamaan, ada 3 interaksi yang mungkin timbul yaitu efeknya semakin kuat, menjadi berkurang, atau malah hilang sama sekali. Cukup sulit menentukan mana yang paling baik, karena efek yang diinginkan sangat dipengaruhi oleh jenis penyakit dan kondisi tubuh pasien. Interaksi yang menguntungkan juga akan terjadi jika Herbal yang dikonsumsi berefek mengurangi efek samping obat.

Cara aman dalam kombinasi obat

Jika akan mengkombinasikan Herbal dengan obat kimia, ada baiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan ahli Herbal, sinse, atau dokter yang mendalami Herbal. Mereka ini tergabung dalam Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur (PDPKT), sebagai organisasi di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Agar aman dan efektif, waktu mengkonsumsi juga harus diperhatikan. Menurut Dr Dalimartha (yang menjabat Ketua II PDPKT), sebaiknya nimum Herbal dua jam sebelum atau sesudah mengkonsumsi obat dokter. “Selama waktu itu, biasanya proses mencerna obat sudah selesai sehingga interaksi yang tidak diinginkan bisa dihindari, dan efektivitas Herbal yang dikonsumsi tetap terjaga.


Berikut ini kombinasi obat herbal dan kimia yang cocok dan tidak cocok untuk konsumsi :

Pasangan Serasi

Pasangan Tidak Serasi
      1.       Obat Umum
Jika digunakan dalam jangka panjang, obat-obat kimia berpotensi mengganggu fungsi hati. Untuk menghindarinya, konsumsilah temulawak atau milk thistle (Sylibum marianum). Kedua Herbal ini terbukti secara ilmiah tidak berinteraksi dengan obat kimia, namun membantu regenerasi sel-sel hati.

      2.       Obat Pembunuh Virus
Ada beberapa jenis Herbal yang meningkatkan sistem imun dan meningkatkan khasiat obat antiviral. Contohnya, echinacea (Echinacea angustifolia, E. Purpurea, E. Pallida), dan meniran (Phyllanthus niruri). Meskipun demikian, jangan mengkonsumsi echinacea dan meniran berbarengan, karena justru dapat mengganggu sistem imun.

      3.       Obat Alergi
Untuk meredakan gejala alergi dengan cepat, kita dapat minum antihistamin. Herbal yang dapat dikombinasikan adalah bawang putih, yang bisa digunakan dalam masakan dalam jumlah yang diperbanyak.

      1.       Obat Umum
Herbal yang mengandung tanin dapat mengurangi penyerapan tubuh terhadap obat-obatan yang mengandung codein, ephedrine, dan theophyline. Hindari konsumsi daun jambu biji, teh, dan herbal yang rasanya sepat.

      2.       Obat Pengencer Darah
Jika mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin dan warfarin, hindari bawang putih, jahe, ginseng, pegagan (Centella asiatica), dan nanas. Selain itu waspadai kandungan dan shen (Salvia miltiorrhiza) dan dang qui (Angelica sinensis) yang kerap terdapat dalam ramuan sinse. Herbal tersebut bersifat melancarkan peredaran darah sehingga jika dikonsumsi bersama aspirin atau warfarin bisa menyebabkan perdarahan organ.

      3.       Obat Jantung
Herbal yang dapat mempengaruhi kerja obat jantung, di antaranya jenis pencahar seperti ginseng, buah senna (Senna folium), licorice (Glycrrhiza glabra), dan ma huang (Herbal ephedrae). Herbal-Herbal ini dapat menganggu ritme denyut jantung.



Tentang IIK Institut Ilmu Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan adalah institut kesehatan satu-satunya di Indonesia yang berfokus kepada ilmu kesehatan. Telah terdaftar dalam BAN-PT dan berada di bawah naungan Dinas Kesehatan. Telah meluluskan lebih dari 13.000 mahasiswa profesional dan berkompetensi. Kunjungi website kami IIK and Facebook

0 komentar

Posting Komentar