Senin, 04 Agustus 2014

Waspadai Cegukan Permanen
Kampus Berkualitas03.05 0 komentar

“Ayo, kamu kurang minum air ya ?” demikian sering kita katakan pada anak-anak bila mereka cegukan. Hampir semua orang pernah mengalami cegukan atau hiccups atau singultus. Cegukan merupakan sinyal yang menunjukkan ada seseuatu yang salah dalam tubuh kita salah satunya adalah kondisi uremia pada pasien gagal ginjal.

Menurut dr Ary Fahrial Syam SpPD dari bagian Gastro Enterologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta “Cegukan merupakan salah satu gejala adanya masalah pada saluran pencernaan atas”

Penyebab cegukan di antaranya adalah :
a. Gangguan persyarafan (sentral)
b. Gangguan pergerakan lambung (dismotilitas)
c. Gangguan kerongkongan

Menurut analisa medis, terjadinya cegukan melibatkan refleks pada saraf frenikus dan saraf fagus yang ada di daerah diafragma (otot pernafasan yang berada di antara dada dan perut). Dimana muncul gerakan seperti menarik nafas, namun tiba-tiba diikuti dengan menutupnya epiglottis (katup saluran nafas) secara tidak normal sehingga terdengan suara hik..hik… Biasanya cegukan muncul 4-60 kali per menit dengan interval cukup teratur dan berlangsung beberapa menit saja. Namun ada kalanya bertahan lebih dari 48 jam atau bahkan berhari-hari.

Tertutupnya epiglottis ini karena adanya gangguan di lengkung refleks yaitu susunan syaraf pusat dan syaraf tepi yang mengatur kelancaran pernafasan manusia.

Penyebab cegukan yang bersifat sementara :
1. Peregangan saluran cerna
2. Minuman yang berkarbonasi seperti soda
3. Makan terlalu cepat sehingga banyak udara yang turut tertelan
4. Alkohol
5. Merokok
6. Stress
7. Tertawa yang berlebihan atau batuk yang terlalu keras
8. Roti kering
9. Makanan pedas
10. Minum air dingin segera setelah makan makanan panas

Penyebab cegukan yang bersifat permanen
1. Penyakit system syaraf pusat
Disebabkan infeksi, tumor atau kelainan pembuluh darah sehingga refleks cegukan terganggu.
2. Kondisi uremia (meningkatnya kadar urea dalam darah) yang dialami pasien gagal ginjal
3. Gejala stroke
4. Kekurangan elektrolit Kalium
5. Pengaruh obat-obatan seperti steroid dan obat tidur
6. Pneumonia

Cara menghentikan cegukan
1. Kadar karbondioksida yang tinggi dalam darah akan menekan aktivitas syaraf otak yang bertanggung jawab atas terjadinya cegukan. Berdasarkan pengetahuan ini, beberapa cara yang dapat ditempuh adalah :
a. Bernafas dalam kantong kertas
Tiup dan hirup nafas sebanyak 10 kali dengan cukup kuat sehingga wajah memerah. Lakukan dengan cepat dan usahakan kantong kertas tertutup rapat.
b. Tarik nafas dalam-dalam, lalu minum 10 teguk air/ menelan ludah saat tidak bernafas.
c. Menahan nafas selama mungkin kemudian menarik nafas dan tahan selama mungkin
d. Membungkuk sampai jari tangan dapat menyentuh jari kaki selama 60 menit

2. Menelan satu sendok the gula pasir kering. Gunakan sirup jagung sebagai pengganti gula untuk anak-anak

3. Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk ke arah perut

Beberapa pemakaian herbal yang dapat dicoba adalah :
1. Madu – Minum 2 sendok makan
2. Jahe – Kunyah jahe atau minum the herbal dengan aroma jahe
3. Jeruk – Makan jeruk atau minum jus jeruk

Catatan : Kondisi penderita gagal ginjal yang melakukan cuci darah dapat terbantu
dengan mengonsumsi buah belimbing / star fruit. Bila cegukan berlangsung lama, maka hal ini dapat menyebabkan kelelahan, insomnia bahkan depresi bagi yang mengalaminya. Untuk mengatasi hal ini digunakan obat-obatan, hipnotis, akupuntur atau bahkan pembedahan.
In Category : ,
Tentang IIK Institut Ilmu Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan adalah institut kesehatan satu-satunya di Indonesia yang berfokus kepada ilmu kesehatan. Telah terdaftar dalam BAN-PT dan berada di bawah naungan Dinas Kesehatan. Telah meluluskan lebih dari 13.000 mahasiswa profesional dan berkompetensi. Kunjungi website kami IIK and Facebook

0 komentar

Posting Komentar